Blog  

Lurah Jatiwangi Bersama Dinas Terkait Tinjau Rumah Warga yang Hancur Dihantam Batu Besar

 

Kondisi rumah Baharuddin warga Rt 03 Rw 01 lingkungan Jatiwangi Asakota yang rusak parah akibat hantaman batu besar dari atas gunung.

Kota Bima, Garda Asakota.-

Menyusul kejadian naas yang menimpa rumah warganya di Rt 03 Rw 02 lingkungan Jatiwangi, yang hancur dihantam batu  besar pada Kamis malam kemarin, pihak Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima bersama beberapa dinas terkait langsung meninjau lokasi untuk memastikan dampak yang di timbulkan.

“Atas laporan Rt kami langsung koordinasi dengan dinas terkait untuk meninjau lokasi dimana memang benar sebuah rumah warga sudah rusak parah akibat hantaman batu besar yang datang dari atas gunung,” ungkap Lurah Jatiwangi, Jumardin, S.Sos, kepada Garda Asakota, Jumat (17/3/2023).

Berdasarkan hasil tindak lanjut pihaknya bersama Dinas Perkim dan Dinas PUPR, memastikan bahwa hunian warga yang dihantam batu besar tersebut sudah tidak layak lagi untuk di tempati karena resikonya cukup berbahaya.

“Apakah nanti akan dicarikan lokasi lain atau bagaimana kita tunggu saja hasil rapat koordinasi pihak terkait nantinya, tapi yang jelas demi keamanan warga semua hunian di lereng gunung tidak boleh di tempati lagi,” sebutnya.

Untuk korban sendiri, kata dia, sebagai upaya tanggap darurat bencana pihaknya sudah bersurat ke Dinas Sosial Kota Bima. “Kita sudah layangkan surat tanggap darurat bencana ke dinas Sosia,” katanya.

Terpisah Kalak BPBD Kota Bima, Gufran, S.Sos, M.Si, menegaskan bahwa untuk pencegahan musibah tersebut langkah selanjutnya adalah relokasi, mengingat rumah warga yang berada di kaki gunung yang dikhawatirkan akan tertimpa musibah serupa.

“Tidak tertutup kemungkinan batu batu di kaki gunung akan terkikis air hujan lama lama jatuh menimpa rumah rumah warga,” ujarnya.

Disinggung soal rencana pembangunan talud di sepanjang lereng gunung yang mengarah ke pemukiman warga, Gufran mengaku hal itu bukanlah menjadi tugas pihaknya, karena lembaga yang dipimpinnya  itu mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan  pemerintah daerah di bidang  penanggulangan bencana dengan  mengkoordinasikannya kepada dinas tehnis.

Sementara soal janji pejabat sebelumnya yang akan membangun talud, sejauh ini dirinya tidak pernah tahu ada janji tersebut.

“Tidak ada rekomendasi yang diserahkan kepada kami bahwa ada janji yang belum sempat ditunaikan,” sahut mantan Sekdis Naker Kota Bima ini. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *