Blog  

Mentan RI Janjikan Pembangunan Embung di Lombok Barat Antisipasi El Nino

 

Mentan RI, SYL, saat kunjungan kerja di Lombok Barat didampingi Gubernur NTB.


Lombok Barat, Garda Asakota.-



Menteri Pertanian (Mentan RI) janjikan pembangunan
embung di Lombok Barat, sebagai bentuk antisipasi kekeringan akibat Badai El
Nino.



Badai El Nino diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus 2023,
yang akan berdampak pada bencana kekeringan di sejumlah wilayah 
Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu
wilayah di NTB yang rawan akan bencana kekeringan saat badai El Nino melanda.



Rencana pembangunan embung di Lombok Barat di sampaikan Menteri
Pertanian (Mentan RI) Syahrul Yasin Limpo mengunjungi Provinsi NTB dalam rangka
mengikuti Panen Raya Padi di Desa Tempos Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok
Barat, Senin 26 Juni 2023.



Pada kesempatan itu, Menteri Pertanian (Mentan RI) yang turut
didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah serta Sekretaris Daerah
Provinsi NTB, mengajak seluruh masyarakat untuk mengantisipasi kekeringan
akibat badai El Nino yang diprediksi terjadi pada bulan Agustus mendatang.



“Kami hadir di Lombok Barat ini, untuk memastikan bahwa pemerintah
pusat serius dalam menangani urusan pangan ditengah ancaman dan tantangan El
Nino, musim kemarau yang panjang ini. Jadi, mari kita hadapi ini bersama,”
ungkapny Syahrul Yassin Limpo, dikutip dari akun instagram @biroadpimntb,
Selasa 27 Juni 2023.



Mentan RI menjelaskan, cara menghadapi El Nino salah satunya
adalah dengan mempertahankan debit air. Oleh karenanya, Kementerian Pertanian
memberikan bantuan berupa Embung di beberapa titik untuk menampung air.



“Bapak ibu nanti kita bantu buat embung di sini, sederhana saja
kita buat, bisa kok,” jelas Mentan.



Tidak hanya Embung, Kementerian Pertanian juga memberikan bantuan
berupa Benih Padi, Tracktor dan bantuan Kredit Usaha Rakyat dari Bank BUMN.



Perlu diketahui, Kecamatan Gerung merupakan salah satu lokasi
program IP400, termasuk sentra produksi padi selain Kecamatan Narmada, Kediri,
dan Lingsar. Program IP 400 merupakan inovasi dalam berusaha tani dalam rangka
mengoptimalkan pemanfaatan lahan sehingga bisa tanam/panen empat kali dalam
setahun. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *