Blog  

Meski Kendala Alat, Pekerjaan Proyek Jembatan Jatibaru Timur Bakal Tuntas Lebih Cepat

 

Wakil Walikota Bima, Feri Sofiyan, SH, saat meninjau jembatan putus di Jatibaru Timur Asakota Kota Bima pasca dihamtam banjir beberapa bulan lalu. 

Kota Bima, Garda Asakota.-


Sulitnya mendapatkan alat bore pile yang dibutuhkan untuk pekerjaan konstruksi pendukung Jembatan putus Jatibaru Timur Kecamatan Asakota Kota Bima menjadi hal yang paling krusial dalam penanganan proyek Pemprov NTB senilai Rp3,5 miliar tersebut.

Pondasi bore pile merupakan sebuah pondasi dalam yang berbentuk layaknya tabung panjang dan ditancapkan ke dalam tanah. Tujuan dari penggunaan pondasi ini agar bangunan dapat berdiri dengan kokoh setelah proses pembangunan selesai. 

Pondasi bore pile ini memiliki jenis dan manfaat untuk konstruksi bangunan. Penggunaan bore pile ini difungsikan untuk mengalirkan beban berat kontruksi ke dalam lapisan tanah yang lebih keras.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Proyek CV. Yuanita, Buyung Nasution kepada Garda Aaakota, Minggu (24/9/2023). 

Alat yang dibutuhkan dalam pekerjaan proyek ini, kata dia, masih sangat terbatas, saat kini dominasinya ada di proyek IKN (Ibukota Nusantara).

“Nggak ada di Bali dan NTB hanya ada di Surabaya, tapi posisi alatnya semua di IKN, Insha Allah seminggu ke depan alat untuk pemasangan bore pile sudah ada di Bima,” akunya.

Meskipun diakuinya agak telat menghadirkan alat tersebut namun pihaknya memastikan pekerjaan jembatan akan selesai lebih cepat dari masa kontraknya.

Apalagi konstruksi pekerjaan jembatan itu bagian atasnya tidak di cor, tapi menggunakan foidet slap dari WIKA, tinggal dipasang saja, paling butuh 2 trailer dan 1 fuso.

“Kami di beri waktu selama 195 hari kalender dari Juli sampai 15 Desember 2023, In shaa  Allah awal November nanti pekerjaannya  100 persen tuntas,” yakinnya. (GA. 003*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *