Blog  

Pj Walikota Bima Ajak Warga Senantiasa Memakmurkan Masjid

 

Ir. H. Mohammad Rum, M.T, saat dilantik sebagai Pj Walikota Bima, 26 September 2023.


Kota Bima, Garda Asakota.-

Pj Walikota Bima, Ir. H. Mohammad Rum, M.T, mencurahkan kegelisahan hatinya melihat kondisi daerah, khususnya keadaan generasi muda saat ini. 

Hal itu disampaikan langsung Pj Walikota saat menggelar silaturahim di kediamannya Nggaro Kumbe Kecamatan Rasanae Timur, Kamis malam (28/9/2023).

Dalam perjalanan menjelang Magrib dari Bandara menuju Kota Bima, pria yang baru saja dilantik sebagai Pj Walikota ini mengaku  prihatin dengan kondisi generasi muda Bima yang dilihatnya banyak yang duduk berpasang pasangan di sepanjang jalan pesisir pantai Amahami.

“Maa shaa Allah, banyak Istigfar kita, kira kira mereka shalat magrib juga ya?, dimana mereka shalat magrib?. Saya berfikirnya bukan pada anak anak muda kita, tapi dimana orang tuanya?, kok orang tuanya tidak mengingatkan jika magrib, apakah anak anak sudah pulang ke rumah atau tidak,” ungkapnya di hadapan ratusan warga yang menghadiri acara silaturahim tersebut.

Beda orang tua di zaman dulu, terkadang orang tua zaman sekarang justru lebih mengkhawatirkan kehilangan peralatan dapurnya atau ternaknya bila dibandingkan dengan keberadaan anak anaknya yang ke luar rumah. 

“Kadang ibu ibu akan mencari, apakah ayam sudah masuk kandang atau tidak?, sementara anak gadisnya dia tidak pikirkan, apakah sudah pulang ke rumah tidak?, bagaimana Allah tidak murka?,” imbuhnya.

Dia berharap dengan kehadirannya di Kota Bima, ada semangat dan spirit dari semua elemen masyarakat Kota Bima untuk menyeimbangkan porsi kehidupan dunia maupun akhirat. Sebab menurutnya, dunia hanyalah sementara dan akhirat itu selamanya.

Untuk itu, dia mengajak semua pihak terutama dari kaum laki laki Kota Bima baik tua maupun muda untuk senantiasa  memakmurkan masjid. 

Diapun mengenang cerita ketika dirinya ke Aceh pasca tsunami 2004 silam, ia mendapati sebuah kampung yang jaraknya hanya 5 km dari pantai. Kampung ini, kata dia, selamat dari hantaman tsunami sementara kampung kiri kanannya justru hancur. 

“Logikanya nggak mungkin ini terjadi, saya pun bertanya sama penduduk kampung, apa amalan warga di sini?. Kemudian dijawab, kami ini kalau shalat subuh nggak ada beda dengan Jumatan, sama ramainya,” katanya.

Diakui warga, tauziah silaturahmi Pj Walikota sangat sejuk dan menyentuh hati, cukup membekas di awal pertemuan dengan elemen masyarakat. Diharapkan wejangan tersebut menjadi motivasi perbaikan dari kekurangan yang ada selama ini. 

Pj Walikota, juga mengingatkan bahwa Kota ini akan maju bila yang diberikan kelebihan rizky mau berbagi dan sebaliknya yang berkekurangan mau bersabar. Karena hidup ini sesungguhnya harus seimbang, musibah itu datang karena kealpaan. 

Maka, sesungguhnya kehadirannya dengan kepercayaan jabatan saat ini adalah musibah. Bukan kebanggaan, karena ada tugas dan tanggungjawab yang besar. “Jadi, mohon doa dan dukungan dari semua semoga saya bisa bekerja dengan sebaik baiknya,” tuturnya. (GA. 212*) 

  

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *