Blog  

Rawan Kecelakaan, STIE Bima Pasang Ratusan Ban Bekas di Tikungan Jalan Puncak Jatiwangi

 

Firdaus, ST, MM, Ketua STIE Bima bersama jajarannya saat foto bersama di lokasi pemasangan ratusan ban jalan Puncak Jatiwangi Asakota Kota Bima.





Kota Bima, Garda Asakota.-

Warga masyarakat pengguna sepeda motor diingatkan agar wajib berhati-hati saat melintasi jalur turunan di Puncak Jatiwangi, terutama bagi pengguna motor bertransmisi otomatis atau skutik.

Pasalnya, hampir setiap tahun, kabar kecelakaan berakhir kematian selalu terdengar dari Puncak Jatiwangi. Rupanya hal itu, menjadi perhatian khusus STIE Bima.

STIE Bima melalui program pengabdian masyarakat (PKM) mencoba minimalisir angka kematian akibat kecelakaan pada tanjakan atau turunan Puncak Jatiwangi. 

“Kejadian kecelakaan sering terjadi di Puncak Jatiwangi. Ironisnya, hampir setiap kejadian selalu meninggal,” kata Firdaus, ST, MM, Ketua STIE Bima. 

Ibah dengan kejadian itu, pria dengan sapaan akrab Fedo mengajak seluruh civitas akademik STIE Bima untuk melaksanakan PMK. 

Selain menyarankan pengendara agar tidak terus-terusan menggunakan rem secara bersamaan saat melaju di turunan yakni sebaiknya gunakan rem di jalan turunan bergantian antara depan dan belakang, sehingga ada jeda untuk mendinginkan rem, pihaknya juga melakukan pemasangan seratus lebih ban mobil bekas pada salah satu tikungan tajam yang sering menjadi tempat kecelakaan. 

Tujuannya adalah meminimalisir angka kematian atas kejadian kecelakaan tersebut. “Upaya yang kami lakukan adalah memasang Ban Mobil Bekas pada  tikungan mematikan tanjakan Puncak Jatiwangi,” tegasnya.

Harapan dipasangnya Ban mobil bekas tersebut, tidak lain, ketika terjadi kecelakaan. Ada ban mobil tersebut yang menahan sehingga tidak terjun bebas pada jurang. 

“Sebagai manusia, tugas kita adalah ikhtiar. Urusan nasib dan maut itu Allah yang punya rencana,” lanjut Fedo. 

Setidaknya ada seratus lebih ban belas yang dipasang. Menariknya, ban tersebut dicat warna warni yang terang dan mencolok. 

“Saya yakin, puncak Jatiwangi nanti aka menjadi kawasan ekonomi baru. Tidak bisa kita hindari, melainkan kita jaga sama-sama keamanan dan kenyamanan. Termasuk menghindari kecelakaan seperti itu,” ujarnya.

Namun demikian, mantan alumni SMAN 1 Kota Bima ini tetap mengingatkan kepada pengendara, untuk selalu cek kendaraan sebelum menikmati indahnya puncak Jatiwangi. 

“Jangan sampai kebahagiaan malah menjadi duka. Mari kita sama-sama jaga diri dan keselamatan kita masing-masing,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun media ini, dalam beberapa waktu terakhir kembali terjadi dua kecelakaan. Untungnya tidak sempat berengut nyawa.

“Kemarin ada dua kecelakaan. Untungnya ada ban bekas yang dipasang STIE Bima. Jadi pengendara aman dan hanya luka-luka saja. Saya tidak bisa bayangkan klo tidak ada ban,” ujar Mukhlis, pengunjung setia Puncak Jatiwangi. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *