Blog  

Ruslan Turmuzi: Kemandirian IT Bank NTB Syariah Perlu Diwujudkan

 

Anggota Komisi IV DPRD NTB, H Ruslan Turmuzi.





Mataram, Garda Asakota.-


Anggota DPRD Provinsi NTB, H Ruslan Turmuzi, mendorong PT Bank NTB Syariah agar dapat mewujudkan kemandirian Sistem Informasi dan Teknologi (IT) yang dimiliki oleh salah satu perusahaan daerah tersebut.



“Saat ini Sistem  IT Bank NTB Syariah masih outsourching dengan pihak ketiga, artinya seluruh sistem secara total milik pihak ketiga. Belum ada sama sekali kemandirian IT Bank NTB Syariah. Harusnya kemandirian IT ini bisa diwujudkan terlebih dahulu,” kata Anggota Komisi IV DPRD NTB ini kepada wartawan, Senin 03 Januari 2021.



Politisi senior PDI-Perjuangan ini mengatakan pentingnya mendorong PT Bank NTB Syariah agar dapat mengembangkan kemandirian IT adalah selain untuk dapat menekan cost yang dikeluarkan oleh PT Bank NTB Syariah, juga bertujuan untuk lebih memperkuat kemapanan sistem IT dalam internal Bank NTB Syariah sendiri.



“Kalau hanya penilaian dari segi fee base income saja, belum tentu masih untung jika dibanding dengan cost biaya outsourchingnya. Setiap ada pengembangan fitur layanan belum sama sekali dikembangkan oleh Bank NTB syariah, karena bagaimanapun juga setiap ada pengembangan IT harus melibatkan 2 (dua) atau 3 (tiga) vendor IT. Jadi terlalu dini kalau dikatakan IT Bank NTB Syariah sudah handal dan mumpuni,” sorotnya.



Ruslan membandingkan dengan kemapanan IT yang dimiliki oleh Bank BPD Jogja. Menurutnya, sistem IT-nya dibangun sendiri oleh Bank tersebut.


“Coba bandingkan dengan Bank BPD Jogya yang sudah sangat mapan IT-nya, semua dibangun sendiri sistem IT nya. Termasuk pusat data centernya dibangun sendiri oleh Bank tersebut, tidak pernah muncul di acara award semacam itu. Bank NTB syariah saat ini semuanya outsourching  (sistem sewa) seluruh sistem IT nya seperti sistem database, datacenter, termasuk backup data base. Jadi jangan terlalu optimis dengan IT Bank NTB syariah, contoh kecil saja apakah kartu dan ATM Bank NTB Syariah dapat melakukan pembayaran kartu kredit semua bank yang ada di Indonesia?. Nah inilah yang harus didorong agar bisa diwujudkan,” pungkasnya. (GA. Im*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *