Blog  

Soal Keluhan Harga Buku Mahal di MIN Tolobali, Irfan: Sekolah Akan Mencari Alternatif Terbaik

 

Ilustrasi

Kota Bima, Garda Asakota.-

Menjawab keluhan para wali siswa yang menilai mahalnya buku sebagai bahan ajar penunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di MIN Tolobali Kota Bima tentu pihak sekolah akan bergerak cepat mengambil langkah-langkah terbaik sebagai solusi mengatasi persoalan tersebut.

Sebelumnya kepada wartawan, Kepala MIN Tolobali Kota Bima, Irfan,S.Pdi, menegaskan bahwa terkait dengan buku bahan ajar tersebut Madrasah tidak melakukan bisnis dalam kegiatan KBM, tapi hanya berusaha mencari alternatif kemudahan buat anak didiknya.

“Itulah sebabnya buku itu tersedia sama dengan dari penerbit, mereka menitipkan ke koperasi kita dan sifatnya koperasi yang menalangi duluan, kemudian wali murid menyicil pembayarannya. Itu yang disepakati dengan pihak penerbit,” terangnya kepada Garda Asakota, Minggu (23/7/2023).

Di sisi lain kata Irfan Buku buku yang tersedia saat ini masih menggunakan Kurikulum 2013 sementara tahun ini pihaknya sudah menerapkan Kurikulum Merdeka. “Kita sudah dua tahun melaksanakan kurikulum merdeka,” imbuhnya.

Kedepan, kata dia, akan dilakukan perubahan anggaran DIPA Madrasah sehingga ada sebagian dari pengadaan fotocopi buku siswa akan dispensasi. 

“Perencanaan itu sejak dari Januari lalu, sementara saya dilantik bulan April. Semoga bisa dilakukan setidaknya untuk beberapa fotocopi bahan ajar, makanya untuk rencana ini akan kami usulkan dulu karena DIPA kita di kantor, selaku kepala sekolah yang baru saya akan segera berkoordinasi,” tuturnya panjang lebar.

Baginya, KBM berkualitas itu penting. Untuk itu, dia berharap proses KBM tidak terhambat dengan persoalan buku atau bahan ajar yang seharusnya bertujuan untuk mengintegrasikan dan mengembangkan mata pelajaran. 

“PR saya tahun kedepan guru guru kita harus punya produk buku sendiri yang bisa mengintegrasikan semua mapel dan inilah hasil kesepakatan dengan para penerbit lewat kerja sama ini. 

Mereka akan mensupport kita dalam pengembangan ke profesional guru guru kita,” pungkasnya. (GA. 003*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *