Blog  

Soal Pengembalian Bantuan Kereta Dorong, Kadis Perindag Kobi Akui Salah Pendataan

 

A. Haris, SE

Kota Bima, Garda Asakota.-


Aksi anggota Kelompok Pengrajin Batu Bata di Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima yang mengembalikan bantuan kereta dorong dan sekop pada Rabu kemarin (29/12), menuai tanggapan dari Kadis Koperindag Kota Bima, A. Haris, SE.

Kepada Garda Asakota, Kadis mengakui adanya kesalahan pihaknya terkait dengan proses pendataan penerima bantuan. 

“Saya akui, saya yang salah terkait dengan proses pendataan penerima bantuan tersebut, harusnya diberikan secara kelompok tapi yang masuk adalah perorangan. 

Itulah kenapa pada saat penyerahan, diberikan hanya untuk 1 orang pengrajin. Sekali lagi, saya yang salah,” akunya kepada wartawan, Kamis (29/12).

Untuk menyiasati kesalahan ini pihaknya akan menambah jumlah bantuan untuk 4 Kelompok Bata di Jatiwangi menjadi 20 unit dengan masing masing 5 unit per kelompok karena memang bantuan kereta ini juga akan diberikan kepada sejumlah pemecah batu sebanyak 30 unit.

Meski tidak semua anggota kelompok mendapat masing masing satu unit kereta dan sekop, namun untuk sementara dia berharap agar bantuan 5 unit per kelompok ini dipakai dulu secara bergantian 1 kereta untuk 2 orang Pengrajin.

“In shaa Allah tahun depan akan tetap kami akomodir untuk mencukupi kekurangan yang ada sejumlah 20 unit lagi, harap diterima dulu,” katanya.

Selain bantuan untuk pengrajin batu bata, diakuinya tahun ini Pemerintah Kota Bima juga memberikan bantuan kepada pelaku usaha lainnya seperti meubeler, perbengkelan, usaha rumahan dan pemecah batu.

Terpisah, anggota Kelompok Pengrajin Batu Bata Jatiwangi mengaku akan menerima bantuan 20 unit kereta dorong tersebut untuk empat kelompok asalkan bantuannya merk Artco karena dinilai pemakaiannya akan kuat dan tahan lama, apalagi nantinya akan dipakai bergantian oleh masing masing 2 orang Pengrajin. 

“Jadi kami akan terima kereta itu asalkan diganti dengan yang merk-nya Artco karena kuat dan tahan lama,” ujar seorang Pengrajin, A. Bakar. 

Seperti dilansir Garda Asakota sebelumnya, kereta dorong dan dekop bantuan sosial dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bima melalui Dinas Koperindag dikembalikan oleh para Pengrajin Bata lingkungan Jatiwangi Kecamatan Asakota.

Pasalnya, warga Pengrajin batu bata yang tergabung dalam 4 kelompok mengaku kecewa lantaran bantuan yang diserahkan tidak sesuai dengan jumlah anggota kelompok Pengrajin.

Bantuan dianggap hanya akan mendatangkan masalah lantaran bantuan yang diberikan hanya 1 kereta dan 1 sekop sementara 1 kelompok ada 10 orang Pengrajin. 

“Lah, agaimana bisa efektif penggunaannya?,” sesal salah satu Ketua Kelompok Pengrajin Bata Jatiwangi, Sofyan, kepada Garda Asakota, Rabu (29/12). (GA. 003*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *