Blog  

Tim Pendataan Venue PON 2028 Terbentuk, Mori Hanafi: Tim Sedang Bekerja

 

Ketua Umum KONI NTB, H Mori Hanafi.


Mataram, Garda Asakota.-

 


Meski penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional
(PON) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan NTT akan dihelat pada tahun
2028, namun semangat jajaran pengurus KONI untuk mensukseskan event berskala
Nasional tersebut begitu kuat.

 


Hal ini ditandai dengan telah dibentuknya Tim Pendataan
Venue PON 2028 yang akan bekerja untuk melakukan pendataan sarana dan prasarana
tempat dilaksanakannya PON 2028.

 


“Alhamdulillah Tim tersebut telah dibentuk. Dan
syarat tugasnya ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB.
Nantinya akan mendata lokasi yang akan dijadikan venue PON 2028,” jelas Ketua Umum
KONI NTB. H Mori Hanafi, kepada wartawan, Jum’at 11 Agustus 2023.

 


Menurut pria yang pernah menjadi anggota DPRD
NTB tiga (3) Periode ini Tim Pendataan tersebut saat sekarang ini sedang
bekerja melakukan pendataan sarana dan prasarana olahraga yang akan dijadikan
venue PON 2028.

 


“Saat ini, Tim Pendataan lagi mendata
gedung olahraga yang bisa dijadikan venue. Baik itu di Pulau Lombok maupun
Pulau Sumbawa,” kata pria yang dikenal energik ini.

 


Salah satu sarpras olahraga yang akan dijadikan
venue PON 2028 adalah Gelanggang Olahraga (GOR) Mampis Rungan dan Stadio Pragas
yang ada di Kabupaten Sumbawa.

 


Hanya saja menurut pria yang juga menjadi Caleg
DPR RI dari Partai Nasdem Nomor Urut 01 Dapil Pulau Sumbawa ini, kondisi
sarpras yang akan dijadikan venue PON 2028 ini masih berada dalam kondisi yang
belum memenuhi standar dan harus dilakukan rehabilitasi.

 


“Berdasarkan hitungan rancangan anggarannya,
biaya untuk merehab GOR Mampis Rungan itu diperkirakan sebesar Rp100 Milyar. Biayanya
memang cukup besar,” ujarnya.

 


Untuk membiayai proses rehab GOR Mampis Rungan
tersebut, pihaknya mengaku akan melakukan koordinasi dengan Pemda Sumbawa,
Pemprov NTB hingga Pusat.

 


“Mudah-mudahan saja biaya tersebut bisa
terlealisasi dengan pola kolaborasi atau sharing anggaran. Untuk biaya
revitalisasi nanti kita gotong royong baik Pemda Sumbawa, Pemprov NTB dan
APBN,” kata pria yang juga Ketua Umum Asprov PSSI NTB ini.

 


Ia memaparkan, untul GOR Mampis Rungan akan
direhab beberapa bagian. Dimana nantinya akan dibangun dan ditata ulang. Bahkan
panjang hingga lebar gedung utama akan ditambah.

 


“Tribun penonton akan kita bangun dengan
bentuk melingkar (Letter O) dengan daya tampung hingga tiga (3) ribu penonton,
sehingga GOR ini akan bertaraf Nasional bahkan Internasional,” jelas Mori
Hanafi.

 


Direvitalisasinya GOR ini, lebih lanjut
dikatakan Mori Hanafi, tentunya bukan hanya dihajatkan untuk PON saja, tapi
akan digunakan untuk jangka panjang sebagai lokasi olahraga masyarakat,
khususnya para atlet di Sumbawa.

 


Sedangkan untuk Stadion Pragas, masih kata Mori
Hanafi, pihaknya mengaku telah memastikan akan menjadi venue untuk cabor
panahan.

 


“Kita sudah cek lokasinya bagus dan luas. Stadion
Pragas memiliki luas lahan sebanyak 3,8 hektare. Jadi sudah cocok nanti untuk
venue panahan,” timpalnya.

 


Meski demikian, Mori Hanafi tak menampik bahwa
saat ini kondisi Stadion Pragas sangat belum memadai. Oleh karenanya, kedepan
pihaknya berencana akan melakukan rehab sekaligus menambah tribun penonton.

 


“Nanti pembangunannya akan dilakukan secara
bertahap selama beberapa tahun. Sampai tahun 2028 nanti semua pasti akan
rampung dan bisa digunakan untuk PON,” kata Mori Hanafi optimis. (GA. Im*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *