Blog  

Wakil Ketua DPRD NTB Sarankan Program Jum’at Salam Dilaksanakan Satu Kali Sebulan Saja

 

Screenshot 20240109 171206 CapCut



Mataram, Garda Asakota.-

 


Wakil Ketua DPRD NTB, H Muzihir, menilai program Jum’at
Salam PJ Gubernur NTB, HL Gita Ariadi, merupakan program yang bagus dalam
mendekatkan diri dengan masyarakat NTB.

 


“Programnya bagus,” kata Wakil Ketua DPRD NTB Bidang
Anggaran ini kepada wartawan.

 


Meski program itu dinilainya bagus, namun pria yang juga
Ketua DPW PPP NTB ini berharap agar pelaksanaan program tersebut tidak
dilaksanakan sesering mungkin.

 


“Semua program itu bagus. Tetapi kalau dia terlalu sering,
misalnya sekali seminggu, akan memunculkan kebosanan. Kedua, waktu PJ Gubernur
atau pun para pejabatnya belum tentu ada tiap minggunya itu,” ujar pria yang
akan bertarung kembali sebagai Caleg DPRD NTB di Dapil Kota Mataram.

 


H Muzihir menyarankan agar program Jum’at Salam itu tetap
dilaksanakan namun pelaksanaannya tidak dalam satu kali seminggu, tapi bisa
dilaksanakan satu kali sebulan.

 


“Tetap dilakukan tetapi tidak dalam sekali seminggu, bisa
sekali sebulan,’ saran H Muzihir.

 


Pihaknya mengakui beberapa waktu lalu sempat mencuat adanya
sorotan berkaitan tidak adanya anggaran untuk biaya operasional Jum’at Salam. Bahkan
pelaksanaannya dibiayai dengan urunan anggaran dari OPD.

 


“Akan tetapi informasinya untuk tahun 2024 ini, anggaran
operasionalnya ada untuk pelaksanaan Jum’at Salam itu. Dan kita tetap
mengingatkan hal itu penting akan tetapi harus dibarengi dengan anggaran,” ujarnya.

 


Dampak pelaksanaan Jum’at Salam bagi masyarakat menurutnya
cukup bagus, hanya saja persepsi publik yang kerap beranggapan ketika pejabat
turun akan ada bantuan dan kemudian tidak bisa direalisasikan, ini yang
menurutnya harus diatur ulang.

 


“Ini harus diatur ulang meskipun hal itu merupakan
kebijakannya PJ Gubernur,” cetusnya.

 


Saat ditanya apakah program Jum’at Salam yang dilaksanakan
saat sekarang sama dengan program Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi. Pihaknya mengalu
profram tersebut memiliki kemiripan, hanya saja dari segi nama saja yang
berbeda.

 


“Yah agak mirip. Cuman namanya saja yang berbeda. Kalau dulu
jumpa bang zul itu dilaksanakan di kantor Gubernur dan masyarakat yang ke
kantor Gubernur menemui Gubernurnya. Kalau Jum’at Salam, PJ Gubernur yang turun
menyapa masyarakatnya,” pungkasnya. (GA. Im*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *