Kantor Inspektorat-BPMDes Kabupaten Bima Diduga Dirusak Massa Parangina, Inspektur: Kasus ADD Sudah di APH

Bima, Garda Asakota.-Kantor Inspektorat Kabupaten Bima yang saat ini masih berkantor sementara di eks Pendopo Bupati, Kecamatan Raba, Kota Bima, diduga diobrak-abrik sejumlah pendemo dari Desa Parangina Kecamatan Sape, Kamis pagi (23/4/2026).

Aksi unjuk rasa tersebut berujung ricuh. Sejumlah ruangan di kantor Inspektorat diacak-acak. Meja dan kursi jatuh berantakan, pecahan kaca berserakan di beberapa ruangan.

Belum diketahui pasti tuntutan massa dan penyebab kericuhan. Namun, dugaan sementara aksi ini terkait tuntutan dana Desa Parangina.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum mendatangi kantor Inspektorat, massa aksi juga menyambangi Kantor BPMDes Kabupaten Bima yang juga masih berkantor di Kota Bima. Di lokasi itu, massa juga melakukan aksi perusakan kaca kantor.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Bupati Bima Ady Mahyudi bersama sejumlah pejabat informasinya langsung meninjau Kantor Inspektorat dan BPMDes yang dirusak massa.

Inspektur: Kasus ADD Sudah di Tangan APH. Inspektur Kabupaten Bima, Iwan Setiawan, S.E., mengaku sedang berada di luar daerah ketika peristiwa pengerusakan kantor Inspektorat terjadi. Ia sangat menyayangkan aksi tersebut.

“Kehadiran massa pendemo tanpa koordinasi apa-apa, merusak seperti itu, kita sangat sesalkan. Apa sih manfaatnya? Yang saya tahu keluarga besar Parangina itu baik-baik, santun-santun,” tuturnya.

Kepada wartawan, Iwan mengaku sudah beberapa kali menerima aduan dari perwakilan masyarakat Desa Parangina yang menanyakan progres pelaporan kasus ADD. Pertama, saat para Ketua RT dan RW mengadukan persoalan desa, pihaknya sudah menjelaskan bahwa kasus ADD Parangina sudah diatensi Polres.

“Kasusnya sudah di tangan APH, kami di APIP tidak boleh masuk. Kita sudah pertanyakan progress-nya. Kemarin via telepon saya juga sampaikan ke perwakilan warga hal yang sama,” ungkapnya.

Diakuinya, beberapa perwakilan warga itu mempertanyakan progres dugaan kasus ADD 2022, 2023, 2024, dan 2025. Ada beberapa item yang diadukan seperti pembangunan GSG, bor air, dan lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat keamanan terkait insiden dan total kerugian akibat aksi tersebut. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page