Khataman dan Penamatan SDN 59 Rasalewi Kota Bima: “One Day One Ayat” Jadi Program Unggulan 2026

55 Siswa Lulus, Sekolah Target Siswa Salat 5 Waktu Lewat CAHA Shalawat, Staf Ahli: Al-Qur’an Harus Jadi Sahabat di Rumah

Kepala SDN 59 Rasalewi Kota Bima, Murni, S.Pd.

Kota Bima, Garda Asakota.-SDN 59 Rasalewi Kelurahan Jatibaru Barat menggelar khataman Al-Qur’an sekaligus penamatan 55 siswa kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026, Kamis (4/6/2026). Sekolah meluncurkan program unggulan 2026: One Day One Ayat dan CAHA Shalawat untuk cetak generasi cinta Al-Qur’an.

Acara bertema “Bersama Mengukir Prestasi Menuju Generasi Cerdas dan Berakhlak Mulia yang Cinta Al-Qur’an dan Bangsa” itu dihadiri Staf Ahli Wali Kota Bima Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Korwas Kota Bima, Pengawas dan Pembina Pendidikan Kecamatan Asakota, kepala SD se-Asakota, Camat Asakota, Babinkamtibmas Jatibaru, serta wali murid.

Kehadiran Staf Ahli Wali Kota Bima Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik mewakili Wali Kota Bima pada acara Khataman Al-Qur’an sekaligus Penamatan Siswa Kelas VI SDN 59 Rasalewi Tahun Pelajaran 2025/2026, bertempat di halaman SDN 59 Rasalewi, Kamis (4/6/2026). Turut hadir Camat Asakota, Korwas Kota Bima, dan unsur Forkopimcam. Foto: Ist

Kepala SDN 59 Rasalewi Murni, S.Pd, menyebut khataman ini wujud visi sekolah. “Program One Day One Ayat: siswa yang sudah lancar menyetor hafalan satu ayat per hari, yang belum lancar belajar satu ayat per hari,” jelasnya.

Program kedua, CAHA Shalawat (akronim Catatan Harian Salat Lima Waktu). “Lewat ini kami pastikan siswa melaksanakan salat lima waktu. Sekolah evaluasi setiap hari,” kata Murni.

Tahun 2026, SDN 59 juga ukir prestasi: Peringkat 7 Lomba BISA tingkat Kota Bima, Juara 1 Pantomim dan Juara 6 Tari FLS2N tingkat Kota Bima.

Murni berpesan ke 55 lulusan, 25 siswa dan 30 siswi, agar jaga nama baik sekolah. Ia juga mengajak orang tua terapkan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, di antaranya bangunkan anak pukul 05.00 saat azan Subuh dan pastikan tidur pukul 20.00.

Staf Ahli Wali Kota Bima Drs. H. Mukhtar Landa, M.H. mengapresiasi khataman di tengah arus globalisasi. “Ilmu pengetahuan harus beriringan dengan iman dan akhlak. Kecerdasan intelektual dibarengi kecerdasan spiritual. Kemajuan teknologi disertai keteguhan moral,” pesannya.

Ia menegaskan, Kota Bima sebagai daerah religius punya tanggung jawab mencetak generasi tak hanya pintar, tapi berakhlak mulia dan dekat Al-Qur’an. “Jangan biarkan Al-Qur’an hanya dibaca di sekolah. Jadikan sahabat di rumah, penuntun, cahaya yang menerangi langkah kalian,” ujarnya.

Mukhtar juga mengingatkan bahaya kekerasan, narkoba, pergaulan bebas, dan perundungan. “Ini alarm bagi kita. Pendidikan karakter dan agama harus diperkuat,” tegasnya.

Ia menutup dengan apresiasi untuk guru dan orang tua. “Semoga kalian jadi generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, berprestasi, dan membawa Kota Bima lebih baik,” pungkasnya. (GA. 003*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page