Kota Bima, Garda Asakota.-Kelangkaan semen di pasaran menjadi kendala pekerjaan proyek revitalisasi TK Negeri 11 Jatibaru, Kota Bima. Progres pembangunan fisik sempat molor hingga beberapa hari pekerjaan harus terhenti. Meski demikian, pihak sekolah memastikan proyek akan tuntas sesuai kontrak.
Kepala TK Negeri 11 Jatibaru Kota Bima, Ratna, didampingi Bendahara BOS dan Revit, Nunung, mengatakan hingga saat ini sejak mulai dilaksanakan pada 10 September lalu, progres proyek revitalisasi di sekolahnya telah mencapai 86 persen dan tinggal menyelesaikan beberapa item saja.
“Sesuai kontrak kami diberi waktu selama 90 hari kalender, Insya Allah akan selesai lebih cepat dari masa kontrak,” ujarnya, Kamis (05/11/2026).
Yang belum disentuh karena kelangkaan semen itu adalah pekerjaan tembok penahan arus air hujan setinggi 50 cm, tangga, pemasangan pintu pagar sekolah, dan meubelair. Sementara yang sudah selesai adalah revitalisasi gedung belajar seluas 3 x 7 meter, alat bermain anak, atap, dan plafon gedung.
Proyek yang bersumber dari bantuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, senilai Rp211 juta lebih itu kini sudah bisa dinikmati oleh 60 siswa-siswi TK Negeri 11 meski belum tuntas seratus persen.
Ratna mengaku, ukuran 3 x 7 TK Negeri 11 Jatibaru sebenarnya tidak cukup menampung jumlah siswa yang mencapai 60 anak, belum lagi guru. Idealnya ukuran gedung itu sekitar 6 x 8 meter.
“Namun untuk mewujudkan mimpi perluasan tersebut, kami belum mendapat SK hibah dari SDN 65, meski ada rencana perluasan dua rombel lagi,” harapnya. (GA. 212*)



























