Hadirkan Produk Inovasi Berbasis Potensi Lokal, Mahasiswa KKN STIE Bima Diapresiasi Diskoperindag

Acara Seminar Kewirausahaan yang digelar di kantor Desa Pesa, Selasa 08 September 2026.

Bima, Garda Asakota.-Mahasiswa KKN STIE Bima Kelompok 1 Angkatan XXIV Desa Pesa, Kecamatan Wawo Kabupaten Bima berhasil menghadirkan produk inovasi berbasis potensi lokal yang mendapat apresiasi langsung dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Bima.

Tiga produk unggulan yang diperkenalkan yaitu, Arang Briket Bonggol Jagung – Energi terbarukan, ekonomis, dan ramah lingkungan. Teh Kunyit – Minuman herbal alami untuk kesehatan, Emping Jagung – Camilan renyah dengan varian rasa Original, Pedas Manis, dan Balado.

Pihak Dinas Koperindag Kabupaten Bima menyampaikan rasa bangga atas kreativitas mahasiswa dalam mengolah limbah pertanian menjadi produk bernilai jual. Produk ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi UMKM binaan dan masuk ke pasar yang lebih luas.

“Inovasi anak muda STIE Bima ini bukti bahwa KKN tidak hanya pengabdian, tapi juga melahirkan solusi ekonomi untuk desa. Kami siap mendampingi dari sisi legalitas, kemasan, hingga pemasaran,” ujar perwakilan Dinas Koperindag Kabupaten Bima saat menghadiri acara Seminar Kewirausahaan yang digelar di kantor Desa Pesa, Selasa 08 September 2026.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Desa Pesa, Muhajirin, menyatakan bahwa program kerja ini dirancang agar mahasiswa mampu membaca peluang ekonomi di tengah masyarakat.

“Kami mengarahkan mahasiswa untuk jeli melihat potensi dan limbah pertanian yang belum termanfaatkan optimal. Kehadiran briket bonggol jagung dan olahan pangan ini adalah bukti nyata implementasi ilmu ekonomi yang mereka pelajari di kampus untuk memajukan desa,” jelas Muhajirin.

Senada dengan hal itu, Aris Munandar yang juga merupakan Dosen Pembimbing Lapangan menambahkan, kolaborasi dengan dinas terkait menjadi langkah strategis pasca-KKN. “Apresiasi dari Dinas Koperasi dan Perindag adalah angin segar. Kami berharap program ini berkelanjutan, sehingga produk inovasi mahasiswa tidak berhenti saat masa KKN usai, melainkan terus diproduksi oleh masyarakat lokal sebagai sumber penghasilan baru,” harap Aris.

Sementara itu, Ketua Kelompok KKN Desa Pesa Bimansyah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas dukungan semua pihak, baik dari dosen pembimbing maupun respons positif dari pemerintah daerah. “Produk-produk ini lahir dari diskusi panjang kami bersama warga Desa Pesa yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Kami ingin memberikan kenang-kenangan yang produktif bagi desa. Dukungan dari Dinas Koperasi dan Perindag semakin memotivasi kami untuk menyempurnakan produk ini ke depannya,” ungkapnya.

Diharapkan produk Desa Pesa ini bisa menjadi ikon baru UMKM di Kecamatan Wawo dan mendukung program Desa Mandiri. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page