Mataram, Garda Asakota.-Sudah hampir delapan bulan sejak terbakar dalam salah satu aksi massa pada 2025 lalu, kantor DPRD Provinsi NTB akan segera dibangun kembali. Namun sebelum kontruksi baru gedung Dewan itu dibangun, terlebih dahulu konstruksi lama akan segera dirubuhkan dan proses penentuan pihak ketiga yang mengerjakan kerja perobohan gedung saat sekarang tengah dilakukan pelelangan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Provinsi NTB.
“Pengumuman lelang perobohan gedung sudah diumumkan oleh KPKNL disalah satu media cetak di NTB. Nanti akan dilelang pihak ketiga yang akan mengambil sisa bangunan yang masih bisa dimanfaatkan. Harga penawarannya akan dimulai dari harga Rp89 juta,” kata Sekretaris DPRD NTB, Hendra Saputra kepada sejumlah wartawan, Senin 09 Maret 2026.
“Pemenang lelangnya nanti akan ditentukan berdasarkan penawaran tertinggi yang diajukan,” timpalnya ramah.
Untuk pembangunan kantor DPRD NTB yang baru menurutnya saat sekarang ini Kementerian PUPR sedang memulai proses Detail Enggineering Design (DED). “Apakah DED-nya nanti akan disayembarakan atau tidak, kita tunggu aja dari Kementerian. Kalau DED-nya tidak disayembarakan, dan sudah ditentukan DED-nya, paling lambat sekitar September 2026 ini pembangunannya mulai dilaksanakan,” terangnya.
Sementara berkaitan dengan total kebutuhan anggaran pembangunan kantor DPRD NTB ini akan tergambarkan dari DED. “Untuk mengetahui total kebutuhan anggarannya, itu nanti dari DED-nya,” tandasnya.
Wakil Ketua DPRD NTB, H Lalu Wirajaya, saat dihubungi wartawan mengatakan konstruksi kantor DPRD NTB yang baru nanti akan sama seperti kantor Dewan yang sebelumnya., hanya saja ada penyesuaian-penyesuaian yang nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan fasilitas yang ada.
“Seperti ada lift, eskalator dan fasilitas lainnya. DED-nya sedang dirancang,” ujar politisi senior Partai Gerindra NTB ini.
Ia berharap kantor DPRD NTB yang baru nantinya bisa menjadi kantor yang akomodatif bagi semua masyarakat NTB. Dan membuat anggota Dewan bisa bekerja secara nyaman dalam membahas kepentingan rakyat NTB. “Dan bisa merepresentasikan wajah NTB,” pungkasnya ramah. (GA. Im*)





















