Bima, Garda Asakota.-Peresmian perpustakaan baru di SDN Sowa menjadi momentum penting bagi penguatan literasi dan numerasi di wilayah Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Perpustakaan tersebut diresmikan Senin pagi (11/5/2026).
Perpustakaan tersebut dibangun melalui kolaborasi YAPPIKA bersama Yayasan YISA Ambalawi dalam Program Sekolah Aman.
Kepala SDN Sowa, Muhtar, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan kedua lembaga tersebut, termasuk perbaikan fasilitas perpustakaan yang sebelumnya rusak berat sejak tahun 2012.
“Alhamdulillah dengan kehadiran YAPPIKA, sudah berdiri dengan mewah perpustakaan. Sejak tahun 2012 perpustakaan rusak dan tidak dapat digunakan. Alhamdulillah dengan kehadiran yayasan juga meningkatkan literasi dan numerasi,” ujar Muhtar dalam sambutannya pada kegiatan peremian Perpustakaan SDN Sowa.
Menurutnya, perubahan yang terjadi di sekolah tersebut disambut antusias oleh siswa maupun para guru karena kini sekolah memiliki fasilitas belajar yang lebih memadai.
Sementara itu, Board of Executive/Fundraising Director YAPPIKA, Sri Indiyastutik, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan dalam Program Sekolah Aman berasal dari donasi publik.
“Semua proses program Sekolah Aman bersama YISA itu berasal dari donasi publik. Seratus persen dari donasi publik. Mereka mendukung program Sekolah Aman, tidak hanya di Bima tapi juga di daerah lain,” katanya.
Ia mengungkapkan, YAPPIKA telah menjalankan program serupa di enam kabupaten di Indonesia. Sebelumnya, program tersebut juga dilaksanakan di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. “Semua diperbaiki atas dana publik dan advokasi dengan Pemda,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Sri Indiyastutik juga menyerahkan secara simbolis gedung perpustakaan yang telah diperbaiki kepada pemerintah daerah dan pihak sekolah. Ia mengapresiasi kerja sama antara YISA Ambalawi, sekolah, dan Pemerintah Kabupaten Bima dalam menjalankan program pendidikan tersebut.
Ke depan, pihaknya berharap dapat bermitra lebih jauh dengan Pemerintah Kabupaten Bima untuk menyusun peta sekolah rusak sebagai dasar advokasi untuk mendorong anggaran pendidikan.
“Kami melihat guru di Bima banyak. Harusnya kualitas siswa tidak berbeda dengan daerah lain. Bima tidak lagi rapor merah,” katanya.
Ia berharap praktik baik yang dilakukan pada delapan sekolah dampingan dapat direplikasi di sekolah lain di Kabupaten Bima.
Wakil Bupati Bima, dr H Irfan Zubaidy, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada YAPPIKA dan YISA yang telah membantu dunia pendidikan di Kabupaten Bima.
“Orang jauh saja tidak bisa bahasa Bima, tidak cari nafkah di Bima, tapi mau datang khusus buat Bima. Ini tantangan buat kita orang Bima,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa salah satu tujuan utama negara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, guru memiliki peran penting dalam menentukan masa depan daerah.
Menurutnya, kepala sekolah di Kabupaten Bima yang akan dilantik nantinya diwajibkan menandatangani pakta kinerja dengan tiga target utama, yakni memastikan siswa mampu baca tulis, mampu membaca Alquran, dan memahami bacaan salat. “Kalau dua tahun tidak bisa, ganti kepala sekolah,” tegasnya.
Irfan juga mengingatkan bahwa guru harus menjadi teladan dan sumber inspirasi bagi siswa. Ia mengaku keberhasilannya menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga tidak lepas dari motivasi para guru semasa ia bersekolah. “Kami semua adalah hasil produk lama. Guru itu menjadi inspirasi kami,” katanya.
Ia menilai kualitas sumber daya manusia menentukan masa depan Kabupaten Bima. Karena itu, pendidikan harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
“Kalau sumber daya manusianya baik, maka baiklah Bima. Kalau sumber daya manusianya tidak baik, maka tidak baiklah Bima ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Irfan juga menyoroti kondisi fiskal daerah yang masih bergantung pada transfer pemerintah pusat. Ia menyebut adanya pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) lebih dari Rp300 miliar ditambah beban pembayaran tenaga PPPK Paruh Waktu sekitar Rp63 miliar pada tahun 2026.
Meski demikian, ia memastikan pemerintah tetap berupaya memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik.
Wabup Bima juga menekankan pentingnya perpustakaan sebagai “jendela masa depan” bagi siswa. Ia meminta sekolah menyediakan waktu khusus membaca setiap hari agar budaya literasi tumbuh di lingkungan pendidikan. “Tidak perlu harus ke Jakarta untuk tahu Jakarta, tapi lewat buku,” katanya.
Ia pun mengapresiasi kontribusi YAPPIKA dan YISA dalam mendukung pendidikan di Kabupaten Bima, terutama dalam penguatan literasi dan numerasi di sekolah-sekolah.
Selain Wakil Bupati Bima, peresmian Perpustakaan SDN Sowa Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima dihadiri sejumlah pihak, antara lain, Board of Executive/Fundraising Director YAPPIKA, Sri Indiyastutik, Program Officer YISA Ambalawi, Hersan Hadi, Direktur Yayasan YISA Ambalawi, Junaidin, Camat Soromandi yang diwakili Sekcam setempat, Korwil Pendidikan Kecamatan Soromandi, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bima, guru delapan sekolah dampingan YAPPIKA dan YISA Ambalawi, Komunitas Sekolah dari delapan sekolah di Kecamatan Soromandi dan Kecamatan Wera, tokoh agama, pengawas pendidikan, kepala desa dan sejumlah tokoh masyarakat.
Sebelum peresmian, rombongan Wakil Bupati Bima disambut tim YAPPIKA dan YISA Ambalawi serta guru. Rombongan juga disambut penampilan Tari Wura Bongi Monca dan tari Nangi Doro Tambora dari siswa SDN Sowa Kecamatan Soromandi. (GA. 212*)


















