Bima, Garda Asakota.-Suasana haru dan bangga menyelimuti Auditorium Sudirman STKIP Taman Siswa Bima, Sabtu (26/9/2026). Kampus yang akrab disapa Kampus Merah itu resmi meluluskan ratusan wisudawan pada Rapat Senat Terbuka Wisuda S1 XXII.
Prosesi wisuda dihadiri Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy, Dandim 1608/Bima Letkol Arh Samuel Asdianto Limbongan, Kapolres Bima dan Bima Kota, Ketua DPRD Kabupaten Bima Diah Citra Pravitasari, M.IP., Anggota DPRD NTB Abdul Rauf, hingga mitra kampus dari perbankan dan dunia usaha.
Dalam sambutannya, Ketua STKIP Tamsis Assoc. Prof. Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas kehadiran para pejabat dan Forkopimda. Menurutnya, sinergi antara kampus, pemerintah daerah dan legislatif harus terus dirawat.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada orang tua wisudawan yang telah berjuang menyekolahkan anak di tengah keterbatasan ekonomi. “Boleh ekonomi kita kurang, boleh memiliki keterbatasan, tapi pendidikan menjadi utama, menjadi penyemangat, menjadi penyembuh luka, menjadi obat perjuangan,” ucapnya.
Ibnu Khaldun memaparkan perkembangan kampus. Alumni Tamsis kini telah berkiprah hingga ke Jepang dan Malaysia. Dalam beberapa tahun terakhir, kampus juga aktif mengirim mahasiswa dan dosen terbaik untuk belajar di luar daerah dan luar negeri.
Dari sisi prestasi, Tamsis pernah dinobatkan sebagai salah satu kampus pengajar terbaik di Bali-NTB dan menjadi salah satu perguruan tinggi dengan penerima hibah dosen terbanyak di LLDIKTI VIII.
Selain akademik, ia menyoroti penguatan karakter religius. Temuan internal kampus selama empat tahun menunjukkan lebih dari 40% mahasiswa baru masih kurang lancar membaca Al-Qur’an.
“Kondisi ini mendorong kami membuat program penguatan. Dalam tiga bulan terakhir, program khatam Al-Qur’an kami wajibkan di setiap kegiatan besar kampus, mulai dari sidang hingga PKKMB,” jelasnya.
Kabar paling ditunggu datang di akhir sambutan. Ibnu Khaldun memastikan STKIP Tamsis telah mengantongi rekomendasi dari Kepala LLDIKTI Wilayah VIII untuk alih bentuk menjadi universitas.
“Kepala LLDIKTI sudah merekomendasikan Taman Siswa untuk berubah bentuk dari sekolah tinggi menjadi universitas. Mudah-mudahan di tahun 2027 kita akan berubah menjadi universitas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPU., ASEAN.Eng., membeberkan empat alasan mengapa masyarakat memilih STKIP Tamsis: akreditasi, sarana prasarana, kualitas dosen, dan jejaring. “Kalau saya berkeliling di NTB, sarpras yang terbaik di NTB, saya berikan applause untuk Tamsis,” ujarnya.
Ia menyebut 60% dosen Tamsis telah S2, 14 orang telah bergelar doktor, dan 7 orang sedang dipersiapkan menuju guru besar.
Terkait tantangan AI dan teknologi, ia mengingatkan wisudawan agar tidak kehilangan integritas. “Teknologi, AI, robotik itu sarana untuk mempercepat proses, bukan menggantikan integritas. Akademiknya jalan, pembelajarannya jalan,” pesannya.
Ia juga berpesan agar lulusan tidak melupakan orang tua. “Rawatlah seluruh orang tua kalian dan cium mereka dengan hangat. Keberhasilan hari ini adalah buah perjuangan mereka.”
Prosesi wisuda semakin semarak dengan orasi ilmiah dari Kepala SMAN 1 Kota Bima Dr. Dedy Rosady, M.Sc., serta penampilan paduan suara dan sanggar seni mahasiswa STKIP Tamsis Bima. (GA. 212*)


























