Kematian Tak Wajar, Keluarga Korban Dugaan Penganiayaan di Santi Kota Bima Minta Autopsi

Kota Bima, Garda Asakota.’-Pemakaman jenazah Mujakir (37), pemuda Lingkungan Santi, Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, urung dilaksanakan. Keluarga merasa ada kejanggalan dari kondisi korban saat dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis, Kamis siang (05/11/2026).

Karena merasa kematian tersebut tidak wajar, keluarga meminta agar jenazah dilakukan autopsi. Desakan itu muncul menyusul tidak adanya bukti visum maupun keterangan resmi apapun dari pihak rumah sakit tentang penyebab kematian korban.

“Harus dilakukan autopsi, itu harus, untuk memastikan penyebab kematian anak saya,” ujar Junaidin (75), ayah korban, dengan suara bergetar, Jumat pagi (6/11/2026).

Sementara itu, pasca desakan autopsi dari keluarga, aparat penegak hukum Polres Bima Kota langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Langkah itu dilakukan menyusul beredar luasnya informasi bahwa kematian Mujakir diduga akibat penganiayaan oleh seseorang berinisial F, pada Kamis dini hari.

Untuk memastikan informasi dugaan penganiayaan tersebut, APH dikabarkan telah mengambil keterangan dari sejumlah pihak, termasuk saksi kunci yang melihat langsung peristiwa tersebut.

Atas peristiwa ini, keluarga mendesak APH segera menangkap terduga pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Kalau sampai pemakaman besok terduga pelaku belum ditangkap, kami akan blokir jalan sebagai bentuk desakan pada APH agar segera menangkap pelaku,” ujar kakak korban dengan tegas.

Hingga berita ini diterbitkan, jenazah masih belum dimakamkan sambil menunggu proses autopsi dan penanganan lebih lanjut dari pihak kepolisian. (GA. 003*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page