Desa Ntonggu Palibelo Dapat Kucuran DAK Rp1,3 Miliar untuk Proyek Peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan

Papan informasi proyek Peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak Rp1.324.359.000,- yang bersumber dari DAK 2026, pelaksana CV. Bangun Jaya dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender. Kanan: Progres pembangunan bak penampung air di lokasi proyek yang saat ini dalam tahap pengecoran, Rabu (14/10/2026).

Bima, Garda Asakota.-Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima mendapatkan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp1,3 miliar melalui Dinas PUPR untuk proyek peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jaringan Perpipaan tahun anggaran 2026. Proyek tersebut masuk dalam Sub Kegiatan Pengelolaan dan Pengembangan SPAM di Daerah Kabupaten/Kota.

Kades Ntonggu, Agus Setiawan, S.E, tentu saja merasa senang dengan hadirnya proyek miliaran tersebut. Untuk itu, ucapan terima kasih ia sampaikan kepada Pemda Kabupaten Bima yang sudah membantu menghadirkan proyek penanganan air bersih.

“Selama ini bantuan terkait sarana dan prasarana air bersih ada dan belum tercukupi, sekarang Alhamdulillah moga makin tercukupi,” ujar Kades dikonfirmasi Garda Asakota, Rabu (14/10/2026).

Menurutnya, sumber mata air SPAM diambil di Diwu Kalodo kurang lebih 2 km di atas kawasan pegunungan, debit airnya cukup besar.

“InsyaAllah moga untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian tercukupi. Saya melihat di sumber mata air sedang dibangun bak sebagai bak induk, sementara bak penampung untuk ke warga dibangun di atas kantor desa,” tuturnya.

Kades mengaku, penerima manfaat dari proyek ini ada sekitar 300 lebih. Sekarang sedang penggalian untuk pemasangan pipa induk, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan jaringan ke rumah warga serta meteran.

Sementara itu, warga berharap penyedia jasa kegiatan pembangunan SPAM mampu menghasilkan karya teknis yang baik dan layak diterima menurut kaidah, norma serta tata laku profesional, sehingga mampu mendorong perwujudan fisik yang sesuai dengan kepentingan kegiatan.

Harapannya, proyek harus sesuai dengan apa yang telah direncanakan baik dilihat dari kualitas, volume, biaya dan ketepatan waktu pelaksanaan pekerjaan, sehingga dapat dicapai hasil akhir berupa jaringan perpipaan pada lokasi yang belum terdapat jaringan perpipaan tersebut. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page