Mataram, Garda Asakota.-Kontestasi menuju kursi Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menghangat pasca lowongnya jabatan ketua definitif menyusul pemberhentian mantan Ketua DPW PAN NTB, Lalu Ahmad Zaini, yang kini tersandung perkara hukum setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.
Hingga kini, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN belum menunjuk kepengurusan baru maupun pelaksana tugas (Plt) untuk memimpin roda organisasi di tingkat provinsi. Kondisi tersebut dinilai membuat konsolidasi partai belum berjalan optimal menjelang berbagai agenda politik ke depan.
Salah satu nama yang santer disebut sebagai kandidat kuat adalah Wakil Ketua DPW PAN NTB, H Muhamad Aminurlah, politisi senior yang akrab disapa Haji Maman. Saat ini ia juga menjabat sebagai anggota DPRD NTB dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI yang meliputi Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu.
Rekam jejak Haji Maman di PAN terbilang panjang. Ia pernah menjadi Ketua DPD PAN Kabupaten Bima, anggota DPRD Kabupaten Bima, hingga menduduki kursi pimpinan DPRD Kabupaten Bima sebelum terpilih menjadi anggota DPRD NTB.
Saat dimintai tanggapan mengenai kekosongan kepemimpinan DPW PAN NTB, Haji Maman menegaskan bahwa seluruh keputusan berada di tangan DPP PAN.
“Semua ini sifatnya top down. Keputusan ada di DPP. Kita menunggu bagaimana langkah DPP memperbaiki struktur organisasi ke bawah. Tetapi jangan juga terlalu lama dibiarkan seperti ini. Harusnya DPP segera menunjuk Plt agar konsolidasi partai bisa berjalan,” ujarnya.
Menurutnya, sosok yang layak memimpin PAN NTB ke depan harus memiliki integritas, rekam jejak organisasi yang jelas, kemampuan berkomunikasi dengan semua kalangan, serta mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat maupun partai.
Ia bahkan menyoroti belum adanya kantor permanen DPW PAN NTB sebagai pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.
“Organisasi besar harus punya kantor yang representatif. Sampai hari ini kantor resmi PAN NTB masih sewa. Itu harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Siap Jika Dipercaya DPP
Nama Haji Maman sendiri belakangan masuk dalam bursa calon Ketua DPW PAN NTB. Menanggapi hal tersebut, ia mengaku siap apabila diberikan amanah oleh DPP.
“Kalau dikasih amanah oleh DPP, saya siap,” katanya singkat.
Tak sekadar menyatakan kesiapan, Haji Maman juga memasang target ambisius apabila dipercaya memimpin PAN NTB. Salah satunya adalah membangun kantor permanen DPW PAN.
“Kalau diberi amanah, itu menjadi prioritas pertama. Saya optimistis dalam waktu satu tahun kantor DPW PAN NTB sudah bisa berdiri,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan kantor bukan sekadar simbol, melainkan bukti nyata keseriusan membangun organisasi.
Selain pembenahan internal, Haji Maman juga menyoroti perlunya memperkuat basis PAN di Pulau Lombok. Menurutnya, selama ini kekuatan PAN lebih terkonsentrasi di wilayah Pulau Sumbawa, khususnya Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Dompu.
Strategi yang akan ditempuh, kata dia, adalah melakukan konsolidasi hingga tingkat daerah, merekrut kader-kader yang memiliki kapasitas dan integritas, serta membuka ruang bagi tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh positif.
“Kita harus melihat orang-orang yang memang punya kapasitas dan rekam jejak, bukan sekadar yang pandai mencari muka. Organisasi harus diisi oleh kader yang benar-benar bekerja,” tegasnya.
Ia juga menilai pendekatan kepada masyarakat harus menjadi karakter utama kepemimpinan PAN ke depan.
“Kekuasaan itu jangan hanya diamankan, tetapi harus diamalkan. Jabatan harus menjadi ladang pengabdian untuk masyarakat dan organisasi,” ucapnya.
Meski optimistis mampu membawa PAN NTB menjadi lebih besar, Haji Maman menegaskan dirinya tidak sedang meminta jabatan.
“Saya tidak meminta jabatan. Kalau dipercaya, Alhamdulillah. Yang penting saya bisa memberikan kontribusi nyata untuk membesarkan PAN dan memberi manfaat bagi organisasi,” pungkasnya. (GA. Im*)























