Bima, Garda Asakota.-Proyek pekerjaan air bersih di Desa Labuhan Kananga, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, yang menelan anggaran Rp3,2 miliar tahun 2025, kini menuai sorotan dan keluhan warga setempat. Warga mengeluhkan bahwa air hanya lancar saat diresmikan oleh Bupati Bima dan Wakil Bupati Bima sebulan lalu, namun setelah itu macet dan tidak mengalir lagi melalui kran yang terpasang di rumah warga.
“Ini bukan fitnah. Airnya lancar pada saat peresmian oleh Bupati dan Wakil Bupati Bima sebulan lalu. Harusnya setelah peresmian dinas terkait dapat melakukan pengecekan kembali,” kata warga melalui akun FB nya Raja Uddik, Senin malam (23/2/2026).
Warga juga menyoroti bahwa pelaksana proyek seharusnya mengambil air langsung dari kawasan Gunung Tambora, bukan menyambung jaringan di pipa utama milik warga. “Kami minta Bupati dan Wakil Bupati segera tinjau kembali proyek ini,” pintanya.
Menanggapi keluhan warga, PPK Proyek Dinas PUPR Kabupaten Bima, HM. Syaeful Bahri, S.T, M.T, menegaskan bahwa pekerjaan proyek pengadaan air bersih itu sudah berjalan dengan baik, sudah diuji fungsi bersama Tim Inspektorat, dan sudah di PHO. Nanti setelah lebaran, akan ada Tim Auditor BPK yang akan melakukan audit lagi.
“Proyek sudah di PHO dan sudah serah terima ke desa untuk selanjutnya dikelola oleh KPSPAM,” ungkapnya dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).
Ipul berjanji kalau ada yang macet seperti dikeluhkan warga akan segera diperbaiki pihak pelaksana seperti terjadinya kerusakan pipa akibat banjir. “Apalagi pekerjaan masih pemeliharaan oleh Kontraktor selama 180 hari,” imbuhnya.
Diakuinya proyek ini menyambung pipa utama 3 inc dari jaringan proyek pipa hasil pokir dewan sebelumnya. Selain pengadaan jaringan ke rumah warga, proyek juga membangun 1 bak induk ukuran 2 meter x 2 meter, terus dibagi ke 2 titik reservoer (bak penampung) yang selanjutnya mengalir ke 380 penerima manfaat di tiga dusun yakni Karano KG sebanyak 27 kran, KP Bali 30 kran, dan Labuhan Kananga 323, jadi total 380 warga penerima manfaat.
Di sisi lain, Kontraktor Pelaksana dari CV Megah juga menyatakan komitmennya. Setiap ada laporan pekerjaan yang rusak pihak Pelaksana langsung melakukan perbaikan di lapangan.
“Yang terjadi belakangan ini karena ada banjir besar. InsyaAllah, selama ada laporan kerusakan akibat banjir kami langsung perbaiki, bisa tanyakan juga kepada kepala desanya,” tegas Kontraktor Pelaksana kepada Garda Asakota. (GA. 212*)





















