Kota Bima, Garda Asakota.-Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, S.H. meminta 36 lulusan SDN 22 Jatibaru menjadi generasi berprestasi, berakhlak baik, dan membanggakan keluarga, agama, serta daerah. Pesan itu disampaikan saat melepas siswa kelas VI angkatan 2025/2026 yang dirangkai khataman Al-Qur’an di halaman sekolah, Selasa (2/6/2026).
Acara pelepasan turut dihadiri Sekretaris Dikpora Kota Bima, Camat Asakota, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, para kepala SD se-Kecamatan Asakota, Ketua Komite, dan orang tua murid.
Kepala SDN 22 Jatibaru Rahmah, S.Pd, S.D, dalam sambutannya mengatakan, 36 siswa yang dilepas hari ini tidak hanya dibekali ilmu akademik. “Mereka juga khatam Al-Qur’an sebagai pondasi hidup. Tujuannya agar rasa cinta Al-Qur’an semakin tumbuh dalam diri anak-anak,” ujarnya.
Rahmah berterima kasih kepada orang tua murid yang mendukung acara. “Saya tidak bisa bekerja sendiri tanpa andil dan peran serta wali murid,” katanya.
Wawali Bima Feri Sofiyan, S.H. menyebut hari ini sebagai momen penting. “Ini penanda anak-anak telah menyelesaikan satu tahap pendidikan dan siap melangkah ke jenjang lebih tinggi,” ucapnya.
Bagi guru, kata Wawali, ini hasil kerja keras dan pengabdian panjang tanpa lelah. Bagi orang tua, ini buah dari doa, perjuangan, dan pengorbanan. “Enam tahun lalu kalian datang dengan langkah kecil belajar huruf dan angka. Hari ini kalian punya bekal ilmu untuk melanjutkan perjalanan,” katanya ke para siswa.
Wawali menegaskan, pelepasan bukan akhir perjalanan. “Ini gerbang menuju tantangan lebih besar. Kalian tumbuh di era perubahan, teknologi sangat cepat, informasi tanpa batas. Gunakan kemajuan untuk hal positif,” pesannya.
Ia meminta siswa jadi generasi cerdas memanfaatkan teknologi, aktif belajar bukan hanya aktif di media sosial, serta memiliki prestasi, akhlak baik, dan hormat pada orang tua dan guru.
Feri juga mengapresiasi dedikasi guru SDN 22 Jatibaru. “Menjadi guru bukan hanya mengajar pelajaran, tapi membentuk karakter, menanamkan nilai kehidupan, dan menyalakan harapan di hati peserta didik,” ujarnya.
Kepada orang tua, Wawali mengingatkan pendidikan berhasil lahir dari kerja sama sekolah dan keluarga. “Terus dampingi anak. Jangan takut bercita-cita tinggi. Jangan merasa mimpi terlalu besar. Teruslah jadi anak yang membanggakan keluarga, sekolah, agama, dan daerah tercinta,” tutupnya. (GA. 003*)



















