Kota Bima, Garda Asakota.-Wali Kota Bima H. Arahman H. Abidin, S.E., meresmikan Kelas BTQ, Tahsin, dan Tahfizh Al-Qur’an saat melepas 86 siswa kelas VI SDN 55 Dara, Selasa (2/6/2026). Kegiatan dirangkai dengan khataman Al-Qur’an bertema “Jadikan Al-Qur’an Sebagai Pedoman Langkah Awal Generasi Muda yang Berkarakter dan Berprestasi”.
Acara pelepasan siswa angkatan 2025/2026 digelar di halaman SDN 55 Dara, Kecamatan Rasanae Barat. Hadir Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, Drs. H. Mahfud, M.Pd, Asisten II Setda Kota Bima, Kabid Dikdas, Korwas, Dewan dan Pengawas Pembina Pendidikan Rasanae Barat, Kepala SDN 55 Kobi, Siti Rubiah, S.Pd, S.D, para Kepala Sekolah se-Rasanae Barat, Camat Rasanae Barat, serta wali para murid.
Ketua Panitia Salahuddin, S.Pd.I, melaporkan, pelepasan 86 siswa hari ini dirangkaikan dengan khataman Al-Qur’an dan launching program BTQ, Tahsin, dan Tahfizh Qur’an. “Program khataman ini sudah berjalan sejak 2013. Tujuannya meringankan beban orang tua sekaligus membentuk karakter Qur’ani anak,” ujarnya.
Wali Kota Bima H. Arahman H. Abidin, S.E., dalam sambutannya mengatakan, tugas guru mendidik 86 siswa telah tuntas dan kini dilanjutkan orang tua. “Kelulusan hari ini bukan akhir, tapi garis start. Di baliknya ada kerja keras orang tua yang tak kenal lelah,” katanya.
Arahman menyebut pelepasan ini istimewa karena dirangkaikan khataman Al-Qur’an. “Ini kebanggaan. Di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh negatif, sekolah ini konsisten mendidik generasi yang cerdas intelektual, spiritual, dan berakhlakul karimah,” tegasnya.
Ia menekankan, khataman bukan akhir belajar Al-Qur’an. “Justru awal untuk semakin mencintai, membaca, memahami, dan mengamalkan nilai Al-Qur’an dalam hidup sehari-hari,” ujarnya.
Kepada lulusan, Wali Kota berpesan agar menjadi generasi Qur’ani yang membanggakan orang tua, guru, agama, dan daerah. “Hormati guru, sayangi orang tua. Jauhi pergaulan buruk, kekerasan, narkoba, dan perilaku yang merusak masa depan. Kota Bima butuh generasi muda yang santun, berilmu, beriman, dan peduli sesama,” pesannya.
Arahman juga meminta orang tua terus mendampingi anak. “Pendidikan tidak cukup di sekolah. Mari jaga anak dari pengaruh negatif dan bimbing mereka wujudkan mimpi. Pendidikan agama dan pembinaan karakter harus jadi perhatian bersama,” tutupnya. (GA. 003*)



















