Selasa Menyapa Kembali ke Lambitu, Bupati-Wabup Bima Tanam Bibit Durian: Jadi Contoh Lestarikan Kebun Bernilai Ekonomi

Bupati Bima, Ady Mahyudi dan Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaedy bersama Ketua TP PKK dan Ketua GOW Kab. Bima menanam bibit durian saat Selasa Menyapa di Kecamatan Lambitu, Selasa (29/4/2026). Aksi ini jadi contoh lestarikan kebun dengan pohon bernilai ekonomi. Foto: Ist

Bima, Garda Asakota.-Program Selasa Menyapa Bupati dan Wakil Bupati Bima, Ady Mahyudi-dr. H. Irfan Zubaedy, kembali menyapa warga Kecamatan Lambitu tepatnya di Desa Kaboro dan Sambori, Selasa (29/4/2026). Ada banyak program yang dibawa, salah satunya penanaman bibit durian bersama masyarakat.

Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama oleh Bupati Bima dan Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaedy, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bima, Murni Suciyanti dan Camat Lambitu, Hafid, S.Sos.

Selain bibit durian, Pemkab Bima melalui DLH juga siapkan jenis bibit lainnya seperti rambutan, alpokat, dan klengkeng. Kata Kadis DLH, Syarifuddin H. Ndae, S.T, M.T, ada sekitar 100 bibit yang ditanam dengan sebaran 50 bibit di Desa Kaboro dan 50 bibit untuk Desa Sambori.

Aksi tanam bibit durian ini jadi simbol ajakan untuk melestarikan kebun maupun pekarangan rumah. Masyarakat didorong menanam pohon yang memberi manfaat ganda, bukan hanya sebagai pelindung dan sumber resapan air, tapi juga bernilai ekonomi untuk keluarga.

“Ini menjadi contoh bagi generasi muda untuk selalu melestarikan kebun maupun pekarangan rumah dengan menanam pohon yang memberi manfaat.

“Durian dan bibit lainnya ini nanti bisa jadi pelindung, jaga sumber air, dan hasilnya punya nilai ekonomi,” ungkap Wakil Bupati Bima di sela kegiatan.

Selasa Menyapa merupakan program rutin Bupati-Wabup Bima turun langsung ke kecamatan. Selain tanam pohon, rombongan juga membawa berbagai program dan menyerap aspirasi warga Lambitu.

Kehadiran Ibu Murni Suciyati Ketua TP PKK yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima ini,  memperkuat pesan bahwa gerakan menanam dan penghijauan harus dimulai dari keluarga. Pekarangan rumah yang produktif jadi langkah awal ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.

Warga Lambitu pun menyambut antusias kegiatan ini. Wilayah Lambitu yang dikenal subur sangat cocok untuk pengembangan durian dan tanaman produktif lainnya. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page