Muharram Jadi Titik Balik, Pemprov NTB Ajak Masyarakat Bersatu Tekan Kemiskinan

Menghadiri Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah. Masjid Raya "HUBBUL WATHAN" Islamic Center NTB, senin (15/6)

Mataram, Garda Asakota.- Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, terutama upaya menekan angka kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah daerah.

Peringatan Tahun Baru Islam yang berlangsung khidmat di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center Mataram, Senin (15/6/2026), dihadiri ratusan jamaah yang memenuhi ruang utama masjid. Kegiatan tersebut menjadi refleksi bersama bahwa hijrah tidak hanya bermakna perpindahan secara fisik, tetapi juga perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Mewakili Gubernur NTB, Asisten I Setda NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si, menyampaikan salam hormat sekaligus permohonan maaf dari Gubernur yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pergantian tahun Hijriah harus menjadi momentum evaluasi dan perbaikan diri, baik secara individu maupun kolektif sebagai masyarakat.

“Pergantian tahun adalah momentum penting untuk kita merenungkan kembali apa saja yang telah kita lakukan di tahun 1447 Hijriah, sebagai modal untuk menata langkah yang lebih baik di tahun 1448 Hijriah ini,” ujarnya.

Menurut Fathul Gani, suasana khusyuk yang ditunjukkan masyarakat NTB dalam menyambut Tahun Baru Islam mencerminkan kuatnya nilai-nilai religius yang hidup di tengah masyarakat. Nilai tersebut dinilai menjadi modal sosial penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, penguatan ukhuwah Islamiyah, persatuan, dan semangat gotong royong harus terus dijaga.

Salah satu fokus utama Pemprov NTB pada tahun ini adalah percepatan pengentasan kemiskinan. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menghadirkan berbagai program yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka lebih banyak peluang ekonomi.

“Insyaallah, jika di tahun 1447 Hijriah angka kemiskinan kita masih terhitung tinggi, maka di tahun 1448 Hijriah ini mari kita sama-sama berikhtiar dan bekerja keras untuk menguranginya,” katanya.

Fathul Gani juga mengajak masyarakat menjadikan semangat hijrah sebagai landasan untuk meningkatkan kepedulian sosial. Menurutnya, pembangunan akan berjalan lebih cepat apabila masyarakat tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi, tetapi juga peduli terhadap kondisi tetangga, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, tausiah yang disampaikan Drs. TGH. Munajib Khalid mengingatkan pentingnya rasa syukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT, mulai dari nikmat iman, kesehatan, hingga kesempatan untuk terus beribadah dan berbuat baik.

Ia juga mengisahkan perjalanan hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah sebagai pelajaran berharga tentang keteguhan, kesabaran, dan tawakal dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Menurutnya, nilai-nilai hijrah tersebut tetap relevan untuk menjawab tantangan zaman, termasuk dalam membangun solidaritas sosial dan memperkuat persaudaraan.

TGH. Munajib Khalid mencontohkan semangat kebersamaan yang ditunjukkan kaum Muhajirin dan Anshar sebagai teladan yang perlu dihidupkan kembali dalam kehidupan bermasyarakat. Sikap saling membantu dan mengutamakan kepentingan bersama diyakini mampu menciptakan kehidupan yang harmonis sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah ini, Pemprov NTB berharap semangat hijrah tidak berhenti pada seremoni keagamaan semata, melainkan menjadi energi kolektif untuk memperbaiki diri, memperkuat persatuan, dan bersama-sama mewujudkan NTB yang lebih sejahtera, maju, dan berdaya saing. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page