Wakil Walikota Bersama Dandim 1608 Bima Buka Turnamen Sepak Bola Mini di Jatiwangi

 

Tendangan bola secara bersama Wakil Walikota Bima, Feri Sofiyan, SH, dan Dandim 1608 Bima, Letkol Inf M. Zia Ulhaq, S.Sos, menandai dimulainya turnamen Sepak Bola Mini di lapangan D’Noliku Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima, Sabtu sore (17/6/2023).


 

Kota Bima, Garda Asakota.-



Wakil Walikota Bima, Feri Sofiyan, SH, bersama Dandim 1608 Bima, Letkol Inf M. Zia Ulhaq, S.Sos, membuka turnamen Sepak Bola Mini Dandim 1608 Bima dan FKPJ Cup 1 tahun 2023 di lapangan D’Noliku Jatiwangi Kecamatan Asakota, Sabtu sore, (17/6/2023).


Tendangan bolamini pertama yang dilakukan oleh Wakil Walikota Bima bersama Dandim 1608 mewarnai pembukaan even kejuaraan yang diikuti 200 club se Kota dan Kabupaten Bima tersebut.


Pada kesempatan itu, Dandim 1608 Bima, Letkol.Inf Muhammad Zia Ulhaq, S.Sos, memberikan apresiasi atas terselenggarannya kegiatan tersebut.


Olahraga kata Dandim merupakan salah satu kegiatan yang benar benar netral. Katanya, kalau mau menjumpai sebuah netralitas ya, ada di sepakbola, ada di volly ball bahkan tinju yang sehabis bertanding itu kemudian berpelukan.


Itulah kenapa olahraga itu tempatnya sportivitas dan netralitas dan itulah hebatnya olahraga dan untuk kejuaraan Dandim 1608 Bima dan FKPJ CUP I ini bukan saja berbicara sepakbola, tapi juga berbicara ekonomi masyarakat.


Tentu banyak yang di untungkan dengan kegiatan ini baik pengusaha toko kaos sepakbola, penjual balon dan bola, termasuk lapak lapak warga sekitar juga pasti terbantu dengan kegiatan ini yang imbas positifnya  tentu soal ekonomi.


“Untuk itu sportivitas bukan hanya  ada dalam lapangan melainkan juga di luar lapangan mulai dari wasit, hakim garis termasuk lapak lapak dagang selama kejuaraan ini berlangsung juga harus sportif,” ucapnya.


Pada kesempatan itu pula, Dandim 1608 Bima juga sempat mengungkapkan rasa bangganya akan sosok dan kebijaksanaan Wawali Bima. 


“Pak Wakil merupakan saudara, kakak sekaligus guru bagi saya karena saya banyak belajar tentang kebijaksanaan pada beliau,” ungkapnya singkat.


Sementara itu, Wakil Walikota Bima, Feri Sofiyan, SH, juga memberikan apresiasi dan dukungan atas penyelengaraan turnamen sepak bola yang melibatkan seluruh elemen masyarakat Jatiwangi terutama kalangan generasi muda.


Dia menyampaikan bahwa olahraga, khususnya sepakbola itu esensinya adalah  memberikan pelajaran bagaimana setiap pemain itu bisa jujur pada diri sendiri dan orang lain yang disebut dengan fair play.


“Boleh kita merebut bola tapi kita tidak boleh main silat dalam lapangan. Dan kalau kita mau kaji lebih dalam lagi mengenai filosofi olahraga, bagaimana politisi politisi kita, bagaimana tinju itu sampai berdarah darah bahkan terkapar, tapi usai itu mereka kembali  berpelukan.


Makanya, kita harus banyak belajar dalam dunia olahraga sepakbola ini, selesai pertandingan, kita kembali berpelukan,” ujar Wawali disambut tepukan.


Ini maknanya apa lanjut mantan Ketua DPRD Kota Bima dua periode tersebut bolehlah kita berkompetisi tapi etika moral itu harus dijunjung tinggi, berikan pembelajaran politik yang baik kepada masyarakat sehingga tumbuh etika berpolitik yang menggembirakan.


“Maka Forum yang di gagas oleh Dandim 1608 Bima dan FKPJ ini merupakan forum silaturahim antara kita karena sejatinya kita adalah saudara dalam rangka membangun daerah ini,” imbuhnya.


Wawali berharap even ini dari awal sampai akhirnya nanti bisa berjalan lancar aman dan tertib apalagi di dalamnya ada nama Dandim 1608 Bima yang kita banggakan.


“Karenanya kepada seluruh elemen masyarakat khususnya yang ada di Jatiwangi bertanggungjawab untuk sama-sama menjaga keamanan, kelancaran dan ketertibannya,” pintanya.


Feri juga menambahkan olahraga juga dapat dijadikan sebagai ajang silaturahmi antara pemain, pelatih, official, dan masyarakat. Menurutnya, warisan terbaik dalam sebuah pertandingan olahraga adalah kebersamaan.


“Karena saya meyakini, olahraga itu media silaturahmi yang paling efektif dan paling baik, untuk itu saya mengimbau sekaligus mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi fair play, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan,” sambungnya.




Sebelumnya Ketua Panitia, M. Salahuddin menyebut jumlah peserta yang dipastikan ikut dalam event ini yakni sebanyak 200 club berasal dari Kota dan Kabupaten Bima dengan besaran uang pendaftaran sebesar Rp500 ribu per club.


“Durasi kejuaraan ini memakan waktu sekitar 106 hari kalender mulai 18 Juni sampai akhir September 2023 dengan merebut hadiah total sebesar Rp50 juta,” singkatnya.


Pantauan langsung Garda Asakota, usai membuka resmi kejuaraan kemudian dilaksanakan pertandingan eksibisi antara Tim Panitia dan Tim Dandim 1608 Bima.


Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Dikbud, Kepala BKPSDM, Camat Raba Sekcam Asakota serta Danramil Kodim 1608 serta seluruh Babinsa se Kota Bima dan perwakilan Polsek Asakota. (GA. 003*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *