Bima, Garda Asakota.-Jembatan Perintis Garuda di Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Senin (26/10/2026) resmi beroperasi sebagai salah satu infrastruktur yang mampu mengurai hambatan mobilitas warga dan mempercepat roda perekonomian lokal.
Peresmian beroperasinya jembatan tersebut dilakukan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bima, Drs. Agus Salim, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Bima.
Dalam sambutannya di hadapan Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, M.Sc., Kapolres Bima AKBP Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., jajaran Forkopimda, Kepala Rutan Bima, Muspika, Kepala Desa Samili dan tokoh masyarakat setempat, Agus Salim menyampaikan beberapa pesan penting.
“Jembatan Garuda Samili kini hadir sebagai solusi strategis untuk mengatasi kendala aksesibilitas, mulai dari distribusi hasil pertanian, akses sekolah, hingga mobilitas ekonomi warga Desa Samili dan sekitarnya. Pemerintah berharap infrastruktur ini dapat memperlancar roda perekonomian dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agus Salim berpesan kepada seluruh warga agar memanfaatkan jembatan tersebut dengan baik serta bersama-sama merawatnya demi menjaga produktivitas dan kesejahteraan bersama dalam jangka panjang.
Agus Salim juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kodim 1608/Bima, mitra kerja, pemerintah desa, dan masyarakat atas gotong royong menyukseskan pembangunan ini.
“Dengan harapan sinergi antara pemerintah, TNI, dan warga Kabupaten Bima terus terjalin erat demi mewujudkan daerah yang semakin maju, aman, dan sejahtera,” imbuhnya.
Sementara itu, Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan dalam laporan pelaksanaannya menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program prioritas Presiden dan menjadi pembangunan infrastruktur pertama yang direalisasikan di Kabupaten Bima.
Jembatan ini dibangun untuk menghubungkan Dusun Sakali dengan Dusun Dora di Desa Samili guna meningkatkan konektivitas antarwilayah. Memiliki panjang sekitar 50 meter dan lebar 3 meter, proses pengerjaan jembatan perintis ini memakan waktu kurang lebih 5 bulan.
Rangkaian acara peresmian ditandai secara simbolis dengan pengguntingan pita oleh perwakilan pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda, yang disambut antusias oleh warga Desa Samili. (GA. 212*)



























