Disorot, Kondisi Meja Kursi Kelas 1 SDN 55 Kota Bima Dinilai Tidak Layak, Kepsek: Masih Baik, Tinggal Cat Ulang

Kabid Dikdas: Tim Sarpras Akan Turun Cek Senin Depan

Kondisi meja dan kursi di Kelas 1 SDN 55 Kota Bima yang catnya terkelupas dan kayunya rusak. Foto: Ist

Kota Bima, Garda Asakota.-Suasana belajar di Kelas 1 SDN 55 Kota Bima jauh dari kata layak. Video dan foto yang beredar memperlihatkan kondisi meja dan kursi siswa yang memprihatinkan. Cat terkelupas, permukaan tidak rata, bahkan sebagian meja sudah bolong.

Dari pantauan, meja dengan warna biru, kuning, pink dan hijau itu tampak kusam. Sebagian kayunya mengelupas hingga terlihat serat mentahnya. Kondisi kursi juga tidak jauh berbeda, catnya rontok.

Kondisi ini dinilai sangat tidak aman bagi anak usia 6-7 tahun yang masih aktif bergerak. “Tas saja mereka taruh di kursi karena laci meja sempit,” ujar salah seorang wali murid yang enggan disebut namanya, Jumat (28/08/2026).

Para wali murid pun mulai bersuara. Mereka mempertanyakan kinerja pihak sekolah dan pihak terkait yang dinilai kurang memperhatikan fasilitas dasar.

“Ini bukan soal mewah. Ini soal layak. Masa anak kelas 1 harus belajar di meja yang sudah rusak begini? Kapan mereka bisa fokus dan nyaman belajar?” keluhnya.

Fasilitas yang buruk tidak hanya soal estetika. Meja kursi yang tidak layak berpotensi mengganggu konsentrasi dan menurunkan semangat belajar.

Padahal di usia kelas 1, anak-anak sangat membutuhkan lingkungan yang aman dan menyenangkan agar minat belajarnya tumbuh. Pendidikan berkualitas dimulai dari hal sederhana, tempat duduk yang aman. Semoga darurat meja kursi di SDN 55 ini segera mendapat solusi.

Menanggapi hal ini, Kepala SDN 55 Dara Kota Bima, Hj. Siti Rubiah, S.Pd., SD., membantah adanya kerusakan parah. “Tidak ada kerusakan meja dan kursi di sekolah kami, khususnya di ruang kelas 1 seperti yang disorot warga. Semua meja kursi masih dalam kondisi baik dan layak pakai,” tepisnya saat dikonfirmasi Garda Asakota.

Menurutnya, yang diperlukan hanya pemolesan ulang. “Mungkin perlu di poles ulang dengan cat saja,” katanya.

Kasek mengaku perbaikan akan segera dilakukan dalam waktu 1-2 hari ke depan. “Kami akan tangani menunggu cairnya dana BOS,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadis Dikbud Kota Bima melalui Kabid Dikdas, Ahmad Yani, S.Pd., M.Pd., mengaku akan segera menindaklanjuti. “InsyaAllah Senin depan Tim Sarpras Bidang Dikdas akan turun langsung ke SDN 55 untuk cek lapangan,” ujarnya kepada Garda Asakota.

Ia mengakui sejak 2025 tidak ada lagi dana DAK pendidikan akibat efisiensi anggaran. Namun perbaikan masih bisa diupayakan melalui jalur lain.

“Fasilitas pendidikan ini bisa dikerjakan lewat pokir dewan. Selain itu peluang perbaikan juga bisa melalui dana komite maupun dana BOS meski secara bertahap,” imbuhnya singkat. (GA. 212/003*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page