P3K Jadi Kunci Sukses MAN 1 Mataram Gaungkan “Sekolah Maju Prestasi Mendunia”

Foto MAN 1 Mataram Provinsi NTB, Ist*)

Mataram, Garda Asakota.– Di bawah kepemimpinan Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Mataram, Drs H Lalu Syauki MS., M.Pd., semangat perubahan terus bergulir. Sejak dipercaya memimpin madrasah tersebut pada 2025 lalu, berbagai inovasi dilakukan untuk mengubah wajah MAN 1 Mataram menjadi lembaga pendidikan modern yang tidak hanya unggul di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing di level nasional hingga internasional.

Komitmen itu dirangkum dalam slogan baru MAN 1 Mataram, “Sekolah Maju Prestasi Mendunia”, sebuah visi besar yang lahir dari pengalaman panjang sang kepala madrasah yang telah mengabdi selama tiga dekade di MAN 2 Mataram sebelum mendapat amanah memimpin MAN 1 Mataram.

Menurutnya, cita-cita menjadikan MAN 1 Mataram sebagai sekolah berprestasi kelas dunia harus dibangun di atas fondasi yang kuat. Karena itu, ia memperkenalkan konsep P3K, yakni Penampilan, Pelayanan, Prestasi, dan Komitmen.

“Untuk menuju prestasi mendunia, semuanya harus dimulai dari P3K. Penampilan yang baik, pelayanan yang maksimal, prestasi yang terus ditingkatkan, dan semuanya harus ditopang oleh komitmen yang kuat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perubahan pertama yang dilakukan adalah memperbaiki penampilan madrasah. Lingkungan sekolah ditata lebih nyaman, bersih, dan modern agar mampu memberikan kesan positif bagi siswa maupun masyarakat.

Baginya, paradigma lama yang menganggap madrasah sebagai lembaga pendidikan yang kumuh dan tertinggal harus dihapus. Madrasah saat ini harus tampil sebagai institusi yang maju, nyaman, dan membanggakan.

“Penampilan itu penting. Hari ini madrasah harus menjadi tempat yang nyaman untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan kreativitas. Karena dari sanalah kepercayaan masyarakat tumbuh,” katanya.

Tidak hanya lingkungan fisik, penampilan juga mencakup sikap dan karakter guru serta siswa. Menurutnya, budaya positif harus tercermin dalam keseharian seluruh warga madrasah.

Setelah penataan fisik dilakukan, fokus berikutnya adalah meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Guru didorong untuk memberikan layanan pembelajaran terbaik, sementara seluruh sistem sekolah diarahkan untuk menciptakan kenyamanan dan kemudahan bagi peserta didik.

Dari penampilan dan pelayanan yang baik, lanjutnya, prestasi akan lahir dengan sendirinya. Hal itu terbukti dari semakin banyaknya capaian siswa MAN 1 Mataram di berbagai ajang akademik maupun nonakademik.

Prestasi siswa dalam olimpiade, lomba pidato Bahasa Inggris, hingga berbagai kompetisi tingkat nasional menjadi bukti bahwa transformasi yang dilakukan mulai membuahkan hasil.

Namun menurutnya, prestasi tidak akan bertahan tanpa komitmen. Karena itu, seluruh unsur madrasah, mulai dari pimpinan, guru, siswa hingga orang tua, harus memiliki semangat yang sama untuk terus maju.

Selain menanamkan budaya prestasi, kepala madrasah yang dikenal inovatif tersebut juga menunjukkan kemampuan manajerial dan kewirausahaan yang kuat dalam mengelola sekolah dengan jumlah siswa mencapai sekitar 1.200 orang.

Ia mengembangkan berbagai unit usaha berbasis kewirausahaan yang dikelola secara mandiri oleh sekolah. Konsep ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan tambahan yang sah, tetapi juga membantu mendukung berbagai program pengembangan madrasah tanpa membebani peserta didik.

“Tugas kepala madrasah bukan hanya mengurus administrasi. Ada kemampuan manajerial dan kewirausahaan yang harus dimiliki agar sekolah bisa berkembang dan mandiri,” tegasnya.

Melalui pengelolaan yang profesional, berbagai fasilitas dan program sekolah dapat terus dikembangkan meskipun keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan di dunia pendidikan.

Menjelang masa purnatugasnya, ia mengaku ingin meninggalkan jejak dan warisan pembangunan yang dapat terus dimanfaatkan generasi berikutnya. Berbagai penataan kawasan sekolah, pembangunan fasilitas pendukung, hingga penguatan budaya prestasi menjadi bagian dari legacy yang ingin ditinggalkannya.

Dengan semangat P3K yang terus digaungkan, MAN 1 Mataram kini semakin dikenal sebagai madrasah unggulan yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pada kualitas layanan dan pembentukan karakter.

“Kalau penampilan bagus, pelayanan bagus, prestasi akan lahir. Dan semua itu harus dijaga dengan komitmen. Kalau P3K berjalan, insyaallah cita-cita menuju sekolah maju dan prestasi mendunia bisa terwujud,” pungkasnya. (GA. Im*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page