Anggota DPRD NTB Ikuti Tes Urine, Hasilnya Negatif Narkoba

Sejumlah anggota DPRD NTB tampak menyerahkan hasil urinenya kepada petugas BNN untuk dilakukan tes, Senin 22 Juni 2026.

Mataram, Garda Asakota.-Puluhan anggota  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjalani tes urine usai menghadiri rapat paripurna di ruang rapat utama kantor Gubernur NTB, Senin 22 Juni 2026.

Pantauan wartawan media ini sekitar 43 orang anggota parlemen Udayana diambil sampel urinenya oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB guna menguji apakah kandungan urinenya mengandung zat-zat adiktif seperti Narkotika dan obat-obatan terlarang.

“Hasilnya untuk sementara negatif. Jadi belum ada yang positif,” tegas Kepala BNN NTB, Brigjen Pol Marjuki, S.Ik., M.Si., kepada sejumlah wartawan.

Menurutnya, cepatnya petugas BNN memperoleh hasil dari tes urine itu disebabkan oleh kecanggihan alat pendeteksi yang dimiliki oleh BNN.

Sementara warna urine yang berbeda-beda itu menurutnya bergantung sungguh dari minuman apa yang diminum. “Kalau banyak minum air putih, warna urine menjadi jernih. Kalau jarang minum, warna urine menjadi keruh. Dan kalau minumannya berwarna, itu disebabkan pengaruh makanan dan itu tidak masalah. Dan kalau itu diakibatkan mengkonsumsi obat-obatan akibat suatu penyakit, itu nanti akan ditelusuri obat apa yang diminum, apalagi jenis obat syaraf itu ada yang memang mengandung narkotika dan itu diperbolehkan,” jelas Marjuki.

Selain lembaga Dewan, pihaknya belum bisa memastikan lembaga mana lagi yang akan dilakukan tes urine. “Jadi kita akan lakukan sesuai dengan permintaan instansi. Sebelumnya sudah dilakukan di Pemda Lombok Timur, untuk Pemprov nanti akan kita lakukan tes juga. Sementara untuk lembaga kepolisian, tesnya dilakukan oleh internal mereka sendiri,” ujarnya.

Pimpinan DPRD NTB memberikan apresiasi terhadap langkah BNN yang memastikan lembaga rakyat tersebut bebas Narkoba.

Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda, berharap tidak ada satu pun anggota DPRD NTB yang positif narkoba. “Kalaupun ada, nanti kita minta klarifikasi,” kata Baiq Isvie. (GA. Ese*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page