Kota Bima, Garda Asakota.-Dalam rangka mewujudkan Kota Bima Maju Bermartabat dan Berkelanjutan, potensi Doro Dewa Tula (Doro Toi) di Kelurahan Penatoi Kecamatan Mpunda Kota Bima perlu dikembangkan menjadi Wisata Kuliner dan Budaya yang berbasis religi.
Potensi ini belum terjamah dan dapat menjadi salah satu sentra ekonomi dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Doro Dewa Tula memiliki lokasi strategis dan potensi alam yang indah, serta saluran air Dam Salo yang dapat dikembangkan untuk budidaya ikan lele. Selain itu, terdapat juga pabrik tahu, tempat penggemukan sapi, dan peternakan kambing yang dapat menjadi bagian dari wisata kuliner.
Kepala Kelurahan Penatoi, Faisal, SH, mengusulkan agar Doro Dewa Tula dikembangkan menjadi ikon Pemerintah Kota Bima dan sentra ekonomi kreatif. Soal ini, Faisal mengaku telah berdiskusi dengan Kepala Dinas PUPR Kota Bima, Didi Fahdiansyah, ST, MT, yang merespon positif langkah tersebut.
Namun, kata dia, implementasi pengembangan Doro Dewa Tula tergantung pada pemerintah daerah, terutama Walikota dan Wakil Walikota Bima, karena peruntukan tempat tersebut telah diatur dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Bima.
Meskipun ada pemangkasan anggaran APBD tahun 2026, Lurah tetap optimisme perencabaan harus tetap digaungkan untuk mewujudkan harapan bahwa Doro Dewa Tula menjadi salah satu ikon Kota Bima. (GA. 212*)






















