Gelar Karya dan Pelepasan, SMPN 10 Kota Bima Luluskan 76 Siswa Kelas IX

Usung Tema Qur’ani, Staf Ahli Wali Kota: Jadilah Generasi Cerdas, Berakhlak, dan Beradab

Kota Bima, Garda Asakota.-SMPN 10 Kota Bima menggelar acara Gelar Karya yang dirangkaikan Pelepasan 76 siswa-siswi Kelas IX Tahun Pelajaran 2025–2026 di halaman sekolah, Rabu (10/6/2026). Empat siswa lainnya dinyatakan belum lulus.

Kegiatan mengusung tema “Membumikan Al-Qur’an, Mengukir Prestasi Masa Depan, Menjadi Generasi Beradab, Cerdas, dan Bermartabat”.

Kepala SMPN 10 Kota Bima, Jumadil Akbar, S.Pd, menyampaikan bahwa dari 80 siswa kelas IX, sebanyak 76 siswa dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan pendidikan. “Empat siswa terpaksa ditahan kelulusannya karena satu dan lain hal,” ujarnya.

Jumadil mengakui prestasi akademik sekolahnya belum menonjol dibanding sekolah lain. Namun, di bidang ekstrakurikuler, SMPN 10 unggul. “Untuk voli, SMP 10 juaranya,” katanya bangga. Ia menyebut acara ini terselenggara berkat dukungan orang tua, guru, komite, dan warga Kelurahan Kolo.

Hadir mewakili Wali Kota Bima, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Drs. H. Mukhtar, MH. Turut hadir Anggota DPRD Dapil Asakota, Kadis Dikpora, Drs. H. Mahfud, M.Pd, Camat Asakota, Kepala Dikpora Kota Bima, Korwas, Pembina dan Pengawas Pendidikan Asakota, kepala SMP se-Kota Bima, kepala SD se-Asakota, serta orang tua siswa.

Dalam sambutannya, Mukhtar menyampaikan selamat kepada siswa yang lulus. “Hari ini bukan akhir, tapi awal dari langkah yang lebih besar untuk meraih cita-cita dan masa depan gemilang,” ucapnya.

Ia mengapresiasi Gelar Karya siswa. “Ini bukan sekadar pameran, tapi bukti kreativitas, semangat inovasi, dan keberanian berkarya. Itu modal utama menghadapi tantangan zaman yang terus berubah,” kata Mukhtar.

Mukhtar menekankan pentingnya karakter dan akhlak. “Generasi Kota Bima harus cerdas akademik, berkarakter kuat, berakhlak baik, mampu beradaptasi, dan punya semangat perubahan sepanjang hayat.”

Ia bangga banyak siswa yang hafal Al-Qur’an dan hadits. “Jadikan agama sebagai pondasi. Hormati guru dan taat pada orang tua di tengah tantangan zaman yang semakin besar.”

Mukhtar juga menyoroti fenomena kenakalan remaja. “Kekerasan, narkoba, pergaulan bebas, perundungan, ini alarm bagi kita. Pendidikan karakter dan agama harus makin diperkuat,” tegasnya.

Ia berharap lulusan SMPN 10 tumbuh jadi generasi Qur’ani yang menjaga diri, keluarga, nama almamater, dan Kota Bima sebagai daerah beradab dan religius.

Mukhtar menyampaikan terima kasih kepada guru yang mendidik dengan sabar dan ikhlas, serta orang tua sebagai pendidik pertama dan utama. “Doa, kasih sayang, dan pengorbanan orang tua adalah pondasi utama keberhasilan anak.”

“Semoga kalian jadi generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, berprestasi, dan membawa Kota Bima ke arah yang lebih baik,” tutupnya. (GA. 003*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page