Kota Bima, Garda Asakota.-Pemkot Bima mencairkan perdana Program Keluarga Harapan Daerah 2026 bagi 1.200 keluarga penerima manfaat di Lapangan Serasuba, Rabu (11/6/2026). Wali Kota H. A. Rahman, S.E. dan Wawali Feri Sofiyan, S.H. serahkan langsung buku tabungan BRI.
Bantuan senilai Rp200 ribu per bulan dicairkan tiap triwulan selama setahun. Total yang diterima tiap keluarga Rp2,4 juta per tahun.
“Di tengah keterbatasan fiskal, Pemkot tetap hadirkan program yang langsung sentuh kebutuhan warga,” kata Wali Kota H. A. Rahman dalam sambutannya, Rabu (11/6/2026).
Ia menegaskan PKH Daerah jadi wujud kepedulian bagi warga desil 1 sampai desil 5 yang belum dapat bansos pusat. Prioritas: lansia, disabilitas, dan warga miskin yang memenuhi syarat.
“Jangan dipakai untuk hal tidak bermanfaat. Jadikan penyangga ekonomi keluarga dan langkah awal hidup mandiri,” pesan Wali Kota ke penerima.
Ia minta warga ubah cara pandang. “Bansos bukan tujuan akhir, tapi jembatan menuju kemandirian ekonomi dan peningkatan kualitas hidup,” tegasnya.
Kepala BRI Cabang Bima sebut penyaluran via bank jamin aman, tepat sasaran, dan transparan. “Ini program mulia karena perhatikan warga yang butuh,” ujarnya.
Penetapan penerima lewat proses berjenjang: usulan kelurahan, verifikasi lapangan, hingga validasi Dinsos.
Jika fiskal memungkinkan, Pemkot targetkan penerima naik jadi 2.000 keluarga pada 2027. “Kita ingin pastikan tidak ada warga tertinggal. Ini bagian tekan angka kemiskinan,” kata Wali Kota.
Ia ajak semua elemen perkuat gotong royong. “Turunkan kemiskinan ekstrem butuh kolaborasi pemerintah, dunia usaha, pendamping, lurah, dan warga,” tutupnya.
Acara dihadiri Sekda, Staf Ahli, Asisten, Kepala BPKAD, Kadis Koperindag, Kadis Pertanian, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Kesehatan, Kadis Sosial, serta Camat dan Lurah se-Kota Bima. (GA. 212*)



















