Mataram, Garda Asakota..-Antusiasme masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di MTsN 3 Mataram terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Tahun Ajaran 2026/2027, tercatat sekitar 490 calon siswa mendaftar, sementara sekolah hanya mampu menerima 104 orang karena keterbatasan ruang belajar.
Kepala Sekolah MTsN 3 Mataram melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia PMBM MTsN 3 Mataram, Ahmad Muzayyin, mengatakan tingginya animo masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi pihak sekolah.
“Yang mendaftar sekitar 490 orang, sementara kuota yang bisa kami terima hanya 104 siswa. Bukan karena kami ingin membatasi, tetapi memang daya tampung kami hanya itu,” ujarnya saat ditemui di MTsN 3 Mataram, Kamis (2/7/2026).
Menurut Muzayyin, kuota tersebut berasal dari dua ruang kelas reguler yang masing-masing berkapasitas 32 siswa serta dua ruang kelas darurat yang hanya mampu menampung maksimal 20 siswa per kelas.
Kondisi tersebut membuat ratusan calon siswa yang telah memenuhi persyaratan tetap tidak dapat diterima karena keterbatasan fasilitas.
Ia menjelaskan, pada PMBM tahun ini MTsN 3 Mataram hanya membuka jalur reguler dan afirmasi. Jalur prestasi yang sebenarnya diatur dalam petunjuk teknis sengaja tidak dibuka agar kuota reguler lebih besar sehingga memberi kesempatan lebih luas kepada masyarakat.
“Kami tidak membuka jalur prestasi karena khawatir kuota reguler semakin sedikit. Tetapi di jalur reguler kami tetap memberikan perhatian kepada anak-anak yang memiliki hafalan Al-Qur’an minimal lima juz,” jelasnya.
Dari sembilan peserta yang mengaku memiliki hafalan lima juz, setelah melalui proses verifikasi dan tes hanya tiga orang yang benar-benar memenuhi syarat.
“Semua kami uji langsung. Tidak cukup hanya mengaku hafal. Yang benar-benar memenuhi syarat akhirnya hanya tiga orang,” katanya.
Meski menghadapi keterbatasan sarana, MTsN 3 Mataram justru terus melakukan inovasi dalam sistem seleksi penerimaan siswa baru. Seluruh peserta mengikuti tes berbasis Computer Based Test (CBT) menggunakan telepon genggam masing-masing.
Hasil ujian dapat langsung diketahui peserta sehingga proses seleksi berlangsung transparan.
“Begitu selesai mengerjakan, nilai langsung muncul di HP masing-masing. Kami minta mereka melakukan tangkapan layar sebagai bukti. Kalau ada perbedaan dengan pengumuman resmi, mereka boleh menyampaikan keberatan. Itu bentuk transparansi kami,” tegas Muzayyin.
Bahkan, seluruh nilai tes dan nilai rapor peserta diumumkan secara terbuka sehingga masyarakat dapat mengawasi langsung proses seleksi.
Selain digitalisasi dalam PMBM, tahun ajaran baru ini MTsN 3 Mataram juga berencana menerapkan sistem absensi digital menggunakan barcode yang terhubung dengan laporan kepada orang tua.
“Setiap siswa cukup melakukan scan barcode saat datang ke sekolah. Data kehadiran akan langsung terekam dan rencananya setiap minggu kami kirimkan laporan kepada orang tua, termasuk jika ada keterlambatan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Muzayyin berharap pemerintah dapat segera merealisasikan penambahan ruang belajar yang telah diusulkan sejak 2015.
Saat ini, kata dia, sekolah hanya memiliki 16 ruang belajar, termasuk beberapa ruang darurat dan laboratorium yang dialihfungsikan menjadi kelas.
“Kalau ruang kelas ditambah, tentu lebih banyak anak yang bisa kami tampung. Idealnya kami membutuhkan tambahan sekitar 15 ruang kelas agar kebutuhan masyarakat bisa terakomodasi lebih baik,” katanya.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap MTsN 3 Mataram bukan hanya karena jumlah madrasah negeri di Kota Mataram yang terbatas, tetapi juga karena berbagai program unggulan yang dimiliki sekolah.
Salah satunya adalah program Sangu Santri, yakni pembinaan kompetensi dasar keagamaan yang menjadi syarat kelulusan siswa. Melalui program tersebut, setiap siswa wajib menguasai materi dasar keislaman seperti rukun iman, rukun Islam, tata cara wudhu dan salat, hafalan nama malaikat, nabi, sifat wajib Allah, hingga kemampuan perkalian dasar.
“Target kami sederhana, tetapi menjadi bekal hidup anak-anak. Kami ingin lulusan MTsN 3 Mataram benar-benar memiliki dasar agama yang kuat sekaligus mampu mengikuti perkembangan teknologi,” tutup Muzayyin. (GA. Im*)




















