Rakerwil NasDem NTB Jadi Momentum Perkuat Mesin Partai, Suharto: Siap Hadapi PT 7 Persen dan Menangkan Hati Rakyat

Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD NTB sekaligus Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPW Partai NasDem NTB, H. Suharto, ST., MM., kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).

Mataram, Garda Asakota – Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Partai NasDem Nusa Tenggara Barat (NTB) yang digelar pada 26–27 Juni 2026 di Mataram diproyeksikan menjadi momentum penting untuk memperkuat mesin organisasi sekaligus menegaskan kesiapan partai menghadapi berbagai dinamika politik menuju Pemilu 2029, termasuk jika ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold/PT) dinaikkan menjadi 7 persen atau lebih.

Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD NTB sekaligus Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPW Partai NasDem NTB, H. Suharto, ST., MM., kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).

Menurut Suharto, Rakerwil kali ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan partai, memperkokoh soliditas kader, serta menyusun peta jalan politik NasDem menuju kontestasi Pemilu 2029.

“Rakerwil ini bukan hanya forum evaluasi dan penyusunan program kerja. Lebih dari itu, kami ingin memastikan NasDem hadir sebagai organisasi politik yang modern, responsif terhadap perubahan zaman, dan mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat NTB,” ujarnya.

Politisi NasDem itu menegaskan, kekuatan sebuah partai politik tidak semata-mata diukur dari banyaknya kursi yang berhasil diraih di parlemen. Yang jauh lebih penting adalah kualitas organisasi, kualitas kader, serta tingkat kepercayaan masyarakat yang dibangun secara konsisten.

“Sesungguhnya kekuatan partai bukan hanya soal jumlah kursi. Yang paling menentukan adalah kualitas organisasi, kualitas kader, dan kepercayaan publik yang mampu kita bangun secara berkelanjutan. Itulah fokus utama penguatan Partai NasDem NTB ke depan,” tegasnya.

Suharto juga menanggapi berkembangnya wacana kenaikan Parliamentary Threshold menjadi 7 persen atau bahkan lebih. Menurutnya, NasDem menghormati setiap proses pembahasan sistem kepemiluan yang sedang berlangsung di tingkat nasional dan siap menghadapi setiap perubahan regulasi yang nantinya diputuskan.

“Partai NasDem adalah partai yang siap menghadapi setiap perubahan regulasi demokrasi. Pada prinsipnya, setiap kebijakan harus diarahkan untuk memperkuat kualitas demokrasi sekaligus tetap menjaga representasi politik masyarakat,” katanya.

Ia menilai, fokus utama NasDem bukan pada besaran angka ambang batas parlemen, melainkan bagaimana membangun organisasi yang sehat dan adaptif terhadap perubahan.

“Bagi NasDem NTB, yang terpenting bukan berapa angka Parliamentary Threshold-nya, tetapi bagaimana membangun organisasi yang kuat, kader yang berkualitas, dan terus meningkatkan kepercayaan publik. Organisasi yang sehat akan mampu beradaptasi terhadap setiap perubahan regulasi politik,” jelasnya.

Justru, lanjut Suharto, wacana kenaikan PT dijadikan sebagai momentum untuk mempercepat konsolidasi organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan. Seluruh struktur partai didorong semakin solid, kaderisasi diperkuat, serta komunikasi politik dengan masyarakat terus ditingkatkan.

“Kalau PT nasional benar-benar meningkat, semua partai tentu dituntut bekerja lebih serius membangun basis dukungan riil. Bagi NasDem NTB, ini bukan ancaman, melainkan peluang untuk memperluas basis pemilih, terutama generasi muda, kelompok produktif, dan masyarakat yang menginginkan politik berbasis gagasan,” ujarnya.

Menurut Suharto, demokrasi yang sehat harus mampu menjaga keseimbangan antara efektivitas pemerintahan dengan keterwakilan politik masyarakat. Karena itu, setiap perubahan sistem pemilu harus dikaji secara akademik, konstitusional, dan mempertimbangkan keragaman kondisi sosial-politik Indonesia.

“NasDem NTB tidak ingin terjebak pada perdebatan angka. Apakah Parliamentary Threshold nantinya 4 persen, 5 persen, 7 persen, atau bahkan lebih, yang paling penting adalah kemampuan partai membangun legitimasi dan kepercayaan masyarakat. Dalam politik modern, kekuatan sesungguhnya bukan terletak pada regulasi yang mengatur kompetisi, tetapi pada kemampuan organisasi menghadirkan kerja nyata dan memperoleh dukungan publik secara berkelanjutan,” tegasnya.

Mengakhiri keterangannya, Suharto optimistis Rakerwil DPW Partai NasDem NTB akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kesiapan partai menghadapi berbagai skenario politik menuju Pemilu 2029.

“Dengan struktur yang semakin solid, kader yang kompeten, dan kerja-kerja politik yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat, kami optimistis Partai NasDem akan tetap menjadi salah satu kekuatan politik nasional yang relevan dan terus dipercaya masyarakat,” pungkasnya. (GA. Im)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page