Pemerintah Dorong NTB Jadi Sentra Bawang Putih Nasional

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat kunjungan kerja di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Senin, 9 Februari 2026.

Mataram, Garda Asakota.-Pemerintah pusat mendorong Nusa Tenggara Barat menjadi pusat produksi bawang putih nasional untuk mempercepat swasembada pangan. Dorongan itu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat kunjungan kerja di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Senin, 9 Februari 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Amran didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meninjau lantai jemur bawang putih dan gudang benih milik UD Bayanaka. Keduanya juga melakukan penanaman bawang putih bersama Kelompok Tani Pusuk Pujanta sebagai bentuk dukungan langsung kepada petani.

Menurut Amran, penetapan NTB sebagai sentra bawang putih nasional didasarkan pada keunggulan geografis dan produktivitas kawasan Sembalun yang dinilai mampu menopang kebutuhan pasar domestik. “Potensinya sangat besar dan sudah terbukti,” kata dia.

Selain bawang putih, Kementerian Pertanian juga mendorong NTB menjadi pusat produksi jagung nasional. Amran menilai sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusia NTB memadai untuk menyuplai kebutuhan pakan, tidak hanya untuk Pulau Jawa, tetapi juga pasar yang lebih luas. “Insya Allah NTB bisa mensuplai pakan ke Jawa. Bila perlu, ke negara lain,” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas harga hasil panen, pemerintah menawarkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai instrumen penyerapan produk pertanian langsung dari petani. Program ini diharapkan dapat menekan fluktuasi harga sekaligus menjaga pendapatan petani, terutama saat panen raya.

Amran juga menekankan penguatan peran Penyuluh Pertanian Lapangan agar lebih aktif mendampingi petani dan menjadi teladan melalui pengembangan kebun percontohan di wilayah tugas masing-masing.

Dalam kesempatan yang sama, Amran menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, serta masyarakat NTB atas dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Ia mengklaim target swasembada yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun, berhasil direalisasikan hanya dalam satu tahun. “Stok pangan saat ini tertinggi sejak Indonesia merdeka,” katanya.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyatakan pemerintah provinsi siap mengawal penetapan NTB sebagai sentra bawang putih dan jagung secara berkelanjutan. Menurut dia, penguatan sektor pangan merupakan bagian dari strategi besar pembangunan daerah. “Kami tidak ingin NTB hanya menjadi lokasi tanam, tetapi pusat ekosistem pangan, dari benih hingga hilirisasi,” ujarnya.

Iqbal menambahkan, NTB siap menjadi penyangga pangan nasional sekaligus memastikan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh petani. “Petani harus sejahtera, rantai pasok kuat, dan NTB menjadi pilar ketahanan pangan nasional,” kata dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page