Seminar Kewirausahaan KKN STIE Bima Picu Lahirnya Usaha Kreatif dari Potensi Ikan Bandeng Desa Talabiu

Mahasiswa KKN STIE Bima 2026 bersama pemateri, pemerintah desa, dan masyarakat Desa Talabiu, Kecamatan Woha, berfoto bersama usai Seminar Kewirausahaan di Aula Desa Talabiu, Selasa (2026).

Bima, Garda Asakota.-Semangat wirausaha generasi muda Desa Talabiu, Kecamatan Woha Kabupaten Bima, semakin menyala. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIE Bima 2026 sukses menggelar Seminar Kewirausahaan dengan tema “Membangun Jiwa Kewirausahaan Generasi Muda untuk Menciptakan Usaha Kreatif, Mandiri, dan Berkelanjutan”.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Talabiu, Rabu (16/9/2026) ersebut dihadiri pemuda, ibu-ibu PKK, dan pelaku UMKM yang antusias belajar langsung dari para ahli.

Acara menghadirkan tiga pemateri dengan bidang yang saling melengkapi. Nur Rochman selaku Pimpinan PT Pegadaian (Persero) Cabang Dompu membedah tuntas tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ia menegaskan bahwa modal tidak boleh menjadi penghalang untuk memulai usaha. “Pegadaian hadir untuk mendampingi. Selama ada niat dan rencana usaha yang jelas, anak muda Talabiu bisa mulai sekarang juga,” ujarnya.

Dilanjutkan Ibu Siti Rosmiyati, S.T dari Dinas Koperindag Kabupaten Bima yang menekankan pentingnya legalitas usaha. Menurutnya, mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) bukan hal yang sulit, justru menjadi kunci agar produk lokal bisa dipercaya pasar dan masuk ke ritel modern. “Urus izin sejak awal. Itu investasi agar usaha kita naik kelas,” pesannya.

Materi ditutup oleh Bapak M. Rimawan, M.Si., Ak., CA., Dosen STIE Bima yang mengupas digitalisasi produk. Ia mengajak peserta untuk berani tampil di media sosial dan marketplace. “Produk sebagus apapun harus dikenal. Jadikan HP sebagai toko Anda. Konten yang menarik akan membawa produk Talabiu sampai ke luar Bima,” tegasnya.

Momen paling ditunggu adalah peluncuran produk inovasi mahasiswa KKN. Memanfaatkan potensi ikan bandeng yang melimpah di Desa Talabiu, mahasiswa berhasil menciptakan olahan baru yang kreatif dan siap dipasarkan.

Ada Sempol Bandeng dengan rasa gurih dan tekstur kenyal yang cocok jadi camilan. Kemudian Pentol Bandeng yang menghadirkan sensasi bakso ikan dengan cita rasa khas laut Talabiu. Tak ketinggalan Kripik Kulit Bandeng, sebuah inovasi zero waste yang mengubah bagian yang biasanya terbuang menjadi keripik renyah bernilai ekonomi.

“Kami ingin KKN ini meninggalkan karya nyata. Dari potensi desa, kami ciptakan produk yang bisa menggerakkan ekonomi warga dan bisa dibanggakan,” ungkap perwakilan mahasiswa KKN Desa Talabiu. (GA. 006*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page