Mataram, Garda Asakota.-Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H Mori Hanafi, kembali memastikan langkahnya untuk memimpin KONI NTB periode 2026-2030.
Mori secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua KONI NTB di Sekretariat KONI NTB, Selasa (11/8/2026). Kedatangannya diterima langsung jajaran Panitia Pemilihan Ketua KONI NTB.
Dalam proses pendaftaran tersebut, Mori menyerahkan sejumlah dokumen persyaratan kepada panitia, termasuk uang pendaftaran sebesar Rp200 juta sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Mori mengklaim pencalonannya mendapat dukungan kuat dari 37 cabang olahraga (cabor) hingga 38 cabor, serta empat KONI Kabupaten/Kota di NTB.
“Yang jelas, saya ingin meneruskan apa yang sudah kami perjuangkan dalam empat tahun terakhir,” tegas Mori kepada wartawan usai menyerahkan berkas pendaftaran.
Ingin Kawal Persiapan NTB-NTT sebagai Tuan Rumah PON 2028
Mori mengatakan, salah satu alasan utama dirinya kembali maju adalah ingin memastikan seluruh program dan persiapan yang telah dibangun selama kepemimpinannya dapat dilanjutkan hingga pelaksanaan PON XXI 2028 di NTB dan NTT.
Menurutnya, NTB dan NTT telah ditetapkan sebagai calon tuan rumah PON sejak Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) pada 13 September 2022. Artinya, proses persiapan telah berjalan hampir empat tahun.
“Kita sudah melangkah begitu jauh. Kalau memang diberikan kesempatan, kita akan lanjutkan semua yang sudah kita lakukan dalam rangka persiapan ini, agar pada tahun 2028 nanti kita mendapatkan hasil terbaik sesuai dengan yang kita inginkan,” ujarnya.
Mori menilai, momentum PON 2028 terlalu strategis jika harus dihadapkan pada perubahan arah pembinaan yang terlalu mendasar.
Karena itu, ia ingin memastikan berbagai perencanaan yang sudah disusun dalam empat tahun terakhir dapat dijalankan secara konsisten.
“Kita sudah membuat master plan. Langkah-langkah dan tahapannya sudah ada dalam perencanaan. Jadi kami sudah paham apa yang harus dilakukan,” katanya.
Sambut Positif Jika Gubernur Ikut Maju
Terkait isu Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang disebut-sebut berpotensi ikut mencalonkan diri sebagai Ketua KONI NTB, Mori menyatakan tidak mempermasalahkannya.
Ia justru menyambut positif jika semakin banyak tokoh NTB yang memiliki kepedulian terhadap olahraga ikut dalam kontestasi tersebut.
“Kami senang saja. Semua anak bangsa, semua anak daerah terbaik yang ingin mencalonkan diri menjadi Ketua KONI, kami sambut baik,” katanya.
Menurut Mori, proses pemilihan Ketua KONI NTB harus memberikan ruang yang terbuka bagi seluruh calon yang memenuhi persyaratan.
Ia menegaskan, dirinya tidak ingin proses pemilihan Ketua KONI hanya didasarkan pada siapa yang memiliki jabatan atau kekuasaan tertentu.
“Yang penting memenuhi semua persyaratan yang sudah ditentukan. KONI ini organisasi resmi dan organisasi besar. Bukan organisasi milik seseorang,” tegasnya.
Mori menekankan bahwa seluruh calon harus tunduk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI serta persyaratan yang ditetapkan panitia penjaringan.
“Organisasi ini lebih tinggi daripada siapapun yang ada di dalamnya. Karena itu kita harus mematuhi semua persyaratan yang memang sudah ditentukan,” ujarnya.
Mori juga menanggapi kemungkinan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang saat ini menjadi Ketua Panitia Besar (PB) PON 2028 ikut mencalonkan diri sebagai Ketua KONI NTB.
Menurutnya, tidak ada persoalan secara organisasi apabila hal tersebut terjadi.
Namun, Mori menjelaskan bahwa tugas KONI dan PB PON memiliki ruang kerja yang berbeda.
“KONI ini murni mengurus masalah prestasi atlet. Bagaimana pelatda, bagaimana pembinaan atlet, bagaimana mereka latihan, dan bagaimana pada tahun 2028 atlet berada pada puncak performanya,” jelasnya.
Sementara PB PON, lanjut Mori, memiliki cakupan pekerjaan yang jauh lebih luas dalam penyelenggaraan PON.
Mulai dari pengelolaan kontingen, atlet dan tamu, keamanan, kesehatan, pembukaan dan penutupan, hingga transportasi dan berbagai kebutuhan penyelenggaraan lainnya.
“Kalau venue, hotel dan persiapan penyelenggaraan PON itu lebih banyak berada di PB PON,” katanya.
Mori menyebut posisi Gubernur NTB sebagai Ketua PB PON merupakan bagian dari struktur penyelenggaraan yang melekat pada pemerintahan daerah dan bukan posisi yang dipilih melalui kontestasi Ketua KONI.
Klaim Kantongi Dukungan Puluhan Cabor
Mori juga mengungkapkan dukungan terhadap dirinya terus mengalir dari berbagai cabor dan KONI Kabupaten/Kota.
Ia menyebut dukungan yang telah diperoleh berada pada kisaran 37-38 cabor, ditambah dukungan dari sejumlah KONI Kabupaten/Kota.
Menurutnya, beberapa dukungan bahkan telah disampaikan secara terbuka melalui media.
“Kalau angka pastinya saya tidak tahu, tapi sekitar 37-38 cabor, ditambah dari KONI Kabupaten/Kota. Ada Sumbawa yang secara terbuka menyatakan dukungannya melalui media,” katanya.
Selain dukungan organisasi olahraga, Mori juga memastikan dirinya telah memenuhi sejumlah persyaratan administratif pencalonan.
Ia mengaku telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan lolos. Ia juga telah menjalani pemeriksaan narkoba dengan hasil negatif.
“Saya tadi pagi sudah cek kesehatan, alhamdulillah lolos. Cek narkoba juga alhamdulillah negatif,” ujarnya.
Sementara untuk surat keterangan catatan kepolisian, Mori mengatakan proses pengurusannya di Polda NTB masih berjalan dan akan dilengkapi sesuai waktu yang diberikan panitia.
Siapkan Evaluasi dan Perombakan Kepengurusan
Jika kembali dipercaya memimpin KONI NTB, Mori memastikan akan melakukan evaluasi terhadap struktur kepengurusan.
Ia membuka kemungkinan adanya perombakan maupun penyesuaian struktur berdasarkan kebutuhan organisasi dan masukan dari berbagai pihak.
“Pasti. Berdasarkan masukan-masukan, kita akan melakukan penyesuaian sesuai perkembangan dan kebutuhan organisasi,” katanya.
Namun, Mori menegaskan perubahan kepengurusan tidak akan dilakukan tanpa pertimbangan matang. Seluruhnya akan disesuaikan dengan kebutuhan KONI dalam menghadapi agenda olahraga nasional, terutama PON 2028.
Bidik Lima Besar PON 2028
Mori optimistis NTB mampu menembus target lima besar nasional pada PON 2028.
Menurutnya, target tersebut bukan sekadar ambisi, tetapi telah melalui pemetaan dan analisis terhadap kekuatan lawan.
“Kita sudah melakukan pemetaan. Kita sudah menganalisa lebih mendalam dan lebih jauh. Analisanya bukan asal-asalan,” ujarnya.
Bahkan, kata Mori, KONI NTB telah menggunakan pendekatan sports intelligence untuk membaca kekuatan dan persaingan antarprovinsi.
“Kita lihat saingan-saingan kita seperti apa. Kita sudah menyimpulkan bahwa target lima besar itu bukan target yang muluk-muluk, tetapi target yang pasti bisa kita raih,” tegasnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa target tersebut hanya bisa diwujudkan jika seluruh elemen olahraga NTB bersatu.
“Ini asal kita bisa bersatu, kita bisa bersama. Karena dalam persoalan prestasi, cabor juga punya kewenangan dan tanggung jawab. Bukan hanya KONI,” pungkasnya.
Dengan pendaftaran tersebut, Mori Hanafi kini secara resmi masuk dalam arena kontestasi perebutan kursi Ketua KONI NTB periode 2026-2030. Persaingan diperkirakan semakin menarik jika sejumlah figur lain, termasuk Gubernur NTB, benar-benar ikut mengambil formulir dan mendaftarkan diri. (GA. Im*)























