Gapehani Kabupaten Bima: Sapi Kurban 2026 Ludes Terjual, Pengiriman Sesuai SOP Jadi Kunci

Ketua Gapehani Kabupaten Bima, Muziburahman, S.H.

Bima, Garda Asakota.-Ketua Gapehani Kabupaten Bima, Muziburahman, S.H., mengatakan bahwa tahun 2026 membawa berkah bagi petani sapi dan pengusaha. Pasalnya, sapi kurban ludes habis terjual tanpa sisa di seluruh lapak yang ada se-Jabodetabek.

Ia bersyukur atas larisnya semua sapi yang dijual pada musim kurban tahun ini. Muziburahman juga mengapresiasi kinerja Satgas Gapehani serta sejumlah pihak yang mendukung kelancaran distribusi hewan kurban.

Ia juga memuji Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima, Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Provinsi NTB, Karantina Unit Kabupaten/Kota, Karantina Provinsi, serta seluruh stakeholder terkait atas kerja sama yang baik sehingga proses lalu lintas hewan berjalan lancar.

“Meskipun ada sedikit persoalan, akan kami evaluasi di tahun yang akan datang. Semoga kedepan lebih baik lagi dalam hal pengeluaran ternak dan penjualan pun habis seperti tahun ini supaya PAD Kabupaten Bima juga ikutan naik miliaran rupiah,” ujarnya kepada Garda Asakota, Rabu (27/5/2026), seraya menyebutkan bahwa jika dengan jatah quota sebanyak 17.750 saja dikali 65 ribu untuk PAD, maka Pemda Kabupaten Bima tahun 2026 ini bisa mendapatkan PAD sebesar Rp1.153.75.000.

Pengiriman sapi tahun ini untuk Kabupaten Bima saja dengan kuota 17.750 ekor sudah habis. Ia berharap Dinas Kesehatan Hewan Provinsi menyetujui penambahan kuota untuk kebutuhan Banjarmasin dan Kalimantan pasca Idul Adha, yang diperkirakan mencapai kurang lebih 3.000 ekor.

Ketua Gapehani Kabupaten Bima menegaskan bahwa pengiriman sapi ke depan harus benar-benar mengikuti aturan yang ada, sehingga sesuai SOP (Standar Operasional dan Prosedur). Contohnya, pengiriman sapi dari daerah asal ke daerah tujuan harus tepat.

Jangan sampai menyalahi SOP. Sapi yang dikirim dengan tujuan Jawa Barat tidak boleh dialihkan ke Banten atau daerah lain yang bukan tujuan. Karena situasi penyakit berbeda di setiap daerah, dan otoritas daerah tujuan dikhawatirkan tidak akan mengeluarkan rekomendasi pemasukan ke depan apabila ditemukan virus atau wabah yang dibawa media penyakit. “Maka ikuti aturan main,” tegasnya. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page