Momen Haru Pelepasan Siswa SDN 58 Tambana, Kasek Purna Tugas 1 Juli 2026

Kota Bima, Garda Asakota.-Suaasana haru menyelimuti acara pelepasan 22 siswa-siswi kelas VI SDN 58 Tambana yang dirangkaikan dengan khataman Al-Qur’an di halaman sekolah setempat, Sabtu (30/5/2026).

Acara dihadiri Asisten I Setda Kota Bima, Sekretaris Dinas Dikpora, Korwas, unsur Dewan dan Pengawas Pendidikan Kecamatan Asakota, kepala sekolah SD se-Asakota, serta wali murid.

Pra acara semakin semarak dengan penampilan puisi, pantomim, dan tari tradisional khas Bima “Mpa’a Sama Mantoi” oleh siswa-siswi setempat. Acara mengangkat tema: “Terwujudnya murid yang religius, cerdas, sehat, dan berdaya saing serta berkarakter mulia, kompetitif, dan peduli lingkungan melalui pembelajaran mendalam berlandaskan nilai-nilai Pancasila”.

Kepala SDN 58 Tambana, Rosidah, S.Pd, menyampaikan bahwa acara ini terlaksana berkat kerja sama dan kolaborasi seluruh warga sekolah serta komite orang tua murid yang telah menyumbang tenaga, materi, dan semangat. “Meski di sana-sini masih banyak kekurangan,” ujarnya.

“Acara ini merupakan yang pertama sekaligus yang terakhir bagi saya, karena awal Juli nanti akan memasuki masa purna tugas,” ungkap Rosidah dengan haru.

Ia mengaku bangga dan terharu karena diberi kesempatan mengabdi di kampung halaman sebagai kepala sekolah selama empat bulan, setelah 18 tahun menjadi guru di SDN 58 Tambana dan 6 tahun menjabat kepala sekolah di SDN 34 Bonto.

“Momen ini juga saya gunakan untuk meminta maaf bila selama menjalankan tugas banyak kesalahan dan kejanggalan. Masih banyak program yang belum selesai, apalah daya waktu saya tinggal sebulan lagi,” tuturnya.

Asisten I Wali Kota Bima, Hj. Suharni, S.E., menyampaikan bahwa hari ini adalah hari yang istimewa. “Kita tidak hanya menyaksikan pelepasan siswa-siswi kelas enam, tetapi juga keberhasilan anak-anak kita dalam mengkhatamkan Al-Qur’an sebagai pedoman umat Islam,” ucapnya.

Ia menyebut, di tengah tantangan zaman dan derasnya arus informasi, SDN 58 Tambana telah menunjukkan komitmen mendidik generasi yang cerdas secara intelektual, spiritual, dan berakhlakul karimah.

“Khataman Al-Qur’an bukanlah akhir perjalanan belajar, justru awal untuk semakin mencintai, membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Suharni.

Ia berpesan agar para siswa menjadi generasi yang membanggakan orang tua, guru, agama, dan daerah. “Hormati guru, sayangi orang tua, jauhi pergaulan buruk, hindari kekerasan, narkoba, dan berbagai perilaku yang merusak masa depan. Kota Bima membutuhkan generasi muda yang santun, berilmu, beriman, dan peduli sesama,” tegasnya.

Suharni juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga pendidik SDN 58 Tambana atas kesabaran dan keikhlasan mendidik. “Mendidik bukanlah tugas ringan. Dibutuhkan kesabaran, keteladanan, pengorbanan, serta cinta yang tulus agar lahir generasi berkualitas,” ujarnya.

Atas nama Pemkot Bima, ia menyampaikan penghormatan dan terima kasih kepada Rosidah yang segera memasuki masa purna tugas. “Pengabdian seorang guru dan kepala sekolah tidak benar-benar selesai. Jejak ilmu yang ditanamkan akan terus hidup dalam diri anak didik. Semoga segala pengabdian Ibu Kasek dicatat sebagai amal ibadah,” katanya.

Kepada orang tua murid, Hj. Suharni berpesan agar terus mendampingi anak-anak. “Pendidikan tidak cukup hanya di sekolah. Mari sama-sama menjaga anak-anak dari pengaruh negatif seperti kekerasan hingga penyalahgunaan narkoba. Pendidikan agama dan pembinaan karakter harus menjadi perhatian kita bersama,” tutupnya. (GA. 003*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page