RSUD Kota Bima Disiapkan Jadi RS Pendidikan FKIK Unram, Dekan Tinjau Langsung

Dua Agenda: Mahasiswa Klinik dan Deployment Dokter Residen Senior, Komitmen Cetak Tenaga Medis Kompeten

Dekan FKIK Universitas Mataram beserta Tim Dekanat berfoto bersama Direktur dan jajaran manajemen RSUD Kota Bima usai audiensi penjajakan kerja sama RS Pendidikan, di RSUD Kota Bima, Selasa (2/6/2026). RSUD Kota Bima disiapkan menjadi wahana pendidikan mahasiswa klinik dan lokasi penempatan dokter residen senior FKIK Unram.

Kota Bima, Garda Asakota.-RSUD Kota Bima berpeluang menjadi wahana pendidikan bagi mahasiswa klinik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Mataram. Peluang itu dibahas dalam audiensi Tim Dekanat FKIK Unram di RSUD Kota Bima, Selasa (2/6/2026).

Pertemuan strategis dipimpin langsung Dekan FKIK Unram beserta jajaran. Dua agenda utama dibahas yakni kerja sama baru, penjajakan komitmen menjadikan RSUD Kota Bima sebagai wahana pendidikan bagi mahasiswa klinik FKIK Unram.

Kemudian, peninjauan lapangan. Tim Dekanat mengecek kesiapan sarana, prasarana, dan fasilitas rumah sakit untuk penempatan dokter residen senior.

“Melalui sinergi ini, RSUD Kota Bima berkomitmen penuh mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mencetak generasi tenaga medis masa depan yang kompeten, profesional, dan siap mengabdi,” kata Direktur RSUD Kota Bima, dr. H. Fathurrahman, kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, jika RSUD Kota Bima resmi jadi RS Pendidikan, manfaatnya ganda. Mahasiswa FKIK Unram dapat lahan praktik di Bima. Warga Bima dapat layanan kesehatan yang didukung dokter residen senior dan dosen pembimbing.

Audiensi ini jadi langkah awal. Selanjutnya RSUD Kota Bima akan melengkapi standar RS Pendidikan sesuai aturan Kemenkes dan Konsil Kedokteran Indonesia.

Kenapa ini penting buat Warga Bima. Pertama, Dokter makin banyak: Ada dokter residen senior plus mahasiswa klinik. Antrean poli bisa berkurang. Mutu Naik, RS Pendidikan wajib update alat, SOP, dan akreditasi. Pasien dapat standar layanan lebih tinggi.

Selanjutnyaa, putra daerah bisa praktik di rumah sehingga mahasiswa kedokteran asal Bima nggak harus jauh-jauh koas ke Mataram terus. (GA. 212*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page