Rekam Jejak Teruji, PBSI NTB Mantap Dukung Mori Hanafi Kembali Pimpin KONI NTB

Ketua Pengprov PBSI NTB Alfian Eikman.

Mataram, Garda Asakota.-Gelombang dukungan bagi Mori Hanafi untuk kembali menduduki posisi sebagai Ketua KONI NTB periode mendatang mulai deras berdatangan dari berbagai kalangan. Salah satu bentuk dukungan paling konkret datang dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) NTB yang menilai kepemimpinannya terbukti membawa kemajuan nyata.

Dukungan terbuka bagi petahana tersebut disampaikan langsung Ketua Pengprov PBSI NTB Alfian Eikman. Rekam jejak, dedikasi, serta torehan prestasi yang diukir Mori Hanafi selama memimpin KONI NTB dianggap menjadi modal utama untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di dunia olahraga daerah.

”Saya mendukung jelas karena melihat rekam jejaknya. Pak Mori Hanafi sudah membawa dampak signifikan di dunia olahraga NTB,” tegas Alfian yang juga menjabat sebagai Sekretaris Tim Pemenangan melalui siaran persnya, Selasa 04 Agustus 2026.

Terkait dukungan dari anggota KONI NTB dalam proses pemilihan nantinya, Alfian mengungkapkan saat ini tim sudah mengantongi 40 dukungan. ”Jadi tidak hanya dari PBSI NTB, tapi dukungan dari yang lain juga sudah ada. Dukungannya sudah kita terima secara tertulis. Ditandatangani ketua dan bermaterai,” tandasnya.

Alfian menerangkan bahwa keberadaan Mori Hanafi memiliki peran sangat krusial dalam mencetak sejarah baru prestasi olahraga daerah saat gelaran PON XX Papua lalu. Dalam momen bersejarah itu, kontingen NTB berhasil menembus peringkat 9 nasional setelah mengoleksi 38 medali, dengan rincian 15 medali emas, 11 perak, dan 12 perunggu.

”Saat itu Pak Mori Hanafi mendukung dengan perannya sebagai ketua pelatda dan ketua kontingen NTB,” ungkapnya.

Prestasi di bawah kepemimpinan Mori Hanafi di KONI NTB kembali berlanjut pada ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024. Kontingen NTB sukses meningkatkan raihan medali emas menjadi 16 medali emas, 17 medali perak, serta 21 medali perunggu, yang membuktikan konsistensi pembinaan olahraga di bawah komando sang Ketua KONI NTB.

Lebih lanjut, Alfian menekankan bahwa peran paling bersejarah dari Mori Hanafi adalah keberhasilannya membawa NTB dipercaya menjadi tuan rumah bersama NTT di ajang bergengsi PON 2028. Keberhasilan memenangkan bidding tuan rumah tersebut menjadi pencapaian besar yang dirintis secara matang oleh pengurus KONI NTB.

”Menjadi tuan rumah PON itu tidak mudah. Ada tahapan yang harus dilalui. Yang paling utama adalah saat bidding sebagai tuan rumah PON. Bidding dimenangkan NTB dan NTT,” tuturnya.

Setelah sukses memenangkan bidding status tuan rumah PON 2028, KONI NTB di bawah koordinasi Mori Hanafi langsung bergerak cepat menyusun kebutuhan awal berupa master plan penyelenggaraan. Langkah strategis ini menjadi fondasi penting agar persiapan sarana dan prasarana olahraga di daerah berjalan sesuai target.

Menatap agenda PON 2028 mendatang, PBSI NTB meyakini bahwa kepemimpinan Mori Hanafi sebagai Ketua KONI NTB mampu mendongkrak prestasi atlet-atlet lokal jauh lebih tinggi dibanding dua edisi PON sebelumnya. Terlebih lagi, program pelatda yang menjadi program unggulan KONI NTB dipastikan tetap diprioritaskan dalam mencetak atlet-atlet juara. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page