Blog  

HUT ke 54, BPJS Kesehatan Hadirkan Layanan Hingga ke Ujung Negeri

 

Peserta Senam Prolanis Bagi Peserta JKN Serentak (Pekan Semangat) di halaman kantor Pemkot Bima, Selasa (11/7/2022).

Kota Bima, Garda Asakota.-



Jajaran Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan turun lapangan memberikan layanan ke ujung Negeri dan menyambangi 14 Kabupaten terluar meliputi Sabang, Nias, Natuna, Sebatik, Kepulauan Talaud, Rote, Merauke, Entikong, Malinau, Morotai, Atambua, Jayapura, Sumba dan Sumbawa, untuk memberikan layanan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenal program JKN dalam rangkaian Peringatan HUT BPJS Kesehatan ke 54 yang jatuh pada tanggal 15 Juli 2022 seperti yang dilaksanakan hari ini Selasa 12 Juli 2022 di Pemkot Bima untuk Pulau Sumbawa.



Dalam sambutannya Walikota Bima, HM. Lutfi, SE, menyampaikan ucapan selamat datang dan terimakasih kepada segenap jajaran Direksi BPJS Kesehatan yang telah hadir sejak pukul 07.00 Wita pagi di Pemkot Bima.


Menurutnya, kerjasama BPJS dengan Pemkot Bima dapat terus berjalan dengan baik, keberadaan BPJS Kesehatan sangat membantu masyarakat Kota Bima, sehingga dalam perkembangannya, masyarakat tidak mampu dapat terakomodir untuk mendapatkan kartu BPJS.



Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc.ph.D.AAK melalui Direktur Pengawasan Pemeriksaan dan Hubungan antar Lembaga Dr. Mundi Harno, M.Si, mengatakan meski program JKN telah sewindu berjalan, namun upaya edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat hak dan kewajiban hingga proses layanan Program JKN tak henti di lakukan.


Mundi menegaskan, bertambahnya jumlah peserta JKN juga harus dibarengi dengan kemudahan akses informasi dan pelayanan pengaduan. Soal ini, kata dia, pihaknya sudah menyediakan beragam kanal layanan informasi administrasi dan penanganan pengaduan tanpa tahap muka.


“Seperti BPJS Kesehatan Call Center 165, Aplikasi Mobile JKN, Chat Asistant JKN (CHIKA), Voice Interaktif JKN (VIKA), Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (PANDAWA), hingga dengan cara mengirimkan direct message di Media Sosial resmi BPJS Kesehatan,” paparnya.


Namun harus dipahami juga bahwa tidak semua orang bisa mengakses kanal tersebut, karena terkendala jaringan komunikasi dan juga tidak semua orang familiar menggunakan smartphone dan sebagainya.


“Untuk alasan inilah kami berupaya memberikan kemudahan layanan informasi dan penanganan pengaduan bagi masyarakat dan peserta JKN secara tatap muka,” terangnya.


Mundi mengatakan selain melalui kantor cabang, layanan informasi dan pengaduan juga bisa di akses melalui Mall Pelayanan Publik (MPP), kader JKN hingga Mobile Customer Services (MCS) yang siap menjemput bola hingga ke daerah pelosok atau terkendala akses geografis.


Di waktu yang sama kata Mundi BPJS Kesehatan juga menggelar Pekan Senam Prolanis Bagi Peserta JKN Serentak (Pekan Semangat)di 5.400 titik lokasi bahkan senam Prolanis ini pun berhasil menyabet rekor MURI sebagai pelaksanaan senam bagi peserta penyakit kronis dengan titik lokasi terbanyak di Indonesia.


Menurut Mundi pada tahun 2021 biaya yang dihabiskan untuk penyakit Katastropik mencapai 17,915 Triliun Rupiah atau 24,11 persen dari total biaya pelayanan kesehatan tingkat lanjutan yang di keluarkan BPJS Kesehatan.


Oleh karena itu lanjut Mundi pihaknya menjaga masyarakat yang sehat tetap sehat melalui berbagai program Promosi Preventif sementara bagi masyarakat yang beresiko menderita penyakit Katastropik seperti Diabetes Mellitus dan hipertensi dapat mengelola resiko tersebut melalui Program pengelolaan penyakit Kronis (Prolanis) yang juga merupakan bagian dari Upaya promosi preventif perorangan peserta JKN.


Berbagai penyakit Katastropik itu sangat dapat di cegah dengan menerapkan pola hidup sehat. “Nah melalui senam ini kami ingin mempromosikan betapa murah dan mudahnya menjalankan hidup sehat sehingga di harapkan dampak jangka panjangnya bisa menekan jumlah penderita Katastropik di Indonesia,” jelas Mundi.


Masih dalam rangka HUT ke 54 BPJS Kesehatan juga menggelar aksi donor darah yang melibatkan partisipasi seluruh pegawai BPJS Kesehatan di seluruh Penjuru Indonesia, Ghufron menuturkan aksi kemanusiaan ini merupakan wujud kepedulian dan semangat gotong royong duta BPJS Kesehatan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.


Sebelum mendonorkan darahnya kata Mukti Duta BPJS Kesehatan wajib menjalani skrining kesehatan lebih dulu untuk memastikan kualifikasi sebagai calon pendonor darah,selain untuk menambah stok kantong darah bagi Palang Merah Indonesia (PMI), donor darah juga besar manfaatnya seperti mencegah penyakit jantung kolesterol kanker juga menurunkan berat badan serta bisa mendeteksi penyakit serius.


Donor darah juga mendorong proses peremajaan sel sel darah dalam tubuh kita di gantikan oleh darah baru yang lebih baik dan sehat sehingga tubuh bisa menjadi lebih bagus dan produktif,” tutup Mundi.


Kegiatan kemudian di lanjutkan dengan senam sehat bersama seluruh pegawai Pemkot Bima di halaman kantor Walikota Bima. (GA. 003*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *