Mataram, Garda Asakota.-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat kualitas aparatur sipil negara melalui pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi. Komitmen tersebut diwujudkan dengan pelantikan 118 Pejabat Fungsional di lingkungan Pemprov NTB yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Abul Chair, di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, Jumat (31/7).
Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak 99 orang merupakan pengangkatan pertama ke dalam berbagai jabatan fungsional. Pelantikan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Sekda Abul Chair menegaskan bahwa pelantikan pejabat fungsional tidak boleh dimaknai sekadar sebagai pengisian jabatan administratif. Lebih dari itu, pelantikan merupakan bentuk pengakuan negara terhadap kompetensi, keahlian, dan profesionalisme aparatur sipil negara.
“Hari ini bukan tentang jabatan, tetapi tentang pengakuan negara atas keahlian, kompetensi, dan profesionalisme masing-masing,” tegas Abul.
Ia menjelaskan, semakin banyaknya jabatan fungsional di lingkungan Pemprov NTB menunjukkan semakin kuatnya arah pembangunan birokrasi yang berbasis keahlian. Karena itu, setiap pejabat fungsional dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pembelajaran berkelanjutan, pengembangan kompetensi, serta inovasi dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, aparatur tidak cukup hanya meniru praktik-praktik baik yang sudah ada. Mereka juga harus aktif memperkaya referensi, memperluas wawasan, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan organisasi yang terus berubah.
Abul mengibaratkan jabatan struktural sebagai nahkoda organisasi yang menentukan arah kebijakan, sementara pejabat fungsional merupakan motor penggerak yang memastikan roda organisasi berjalan melalui keahlian profesional yang dimiliki.
“Jabatan struktural adalah nahkoda organisasi, sedangkan jabatan fungsional menjadi penggerak melalui keahlian dan kompetensinya. Karena itu, saya berharap seluruh pejabat fungsional dapat mendukung pencapaian target kinerja perangkat daerah,” ujarnya.
Di tengah meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan pemerintah, Sekda NTB juga mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan berintegritas. Ia menekankan bahwa setiap keputusan yang diambil pejabat fungsional harus berpijak pada ilmu pengetahuan, standar profesi, data yang valid, etika, serta integritas, bukan karena tekanan maupun asumsi.
“Keputusan yang diambil harus lahir dari ilmu, standar profesi, data, etika, dan integritas, bukan karena tekanan ataupun asumsi,” katanya.
Abul juga mengajak seluruh pejabat fungsional untuk menjadi pusat pengetahuan (center of excellence) sesuai bidang keahliannya masing-masing. Ia berharap mereka mampu menjadi rujukan dalam menyelesaikan berbagai persoalan organisasi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jadilah orang yang dicari karena mampu memberikan solusi, bukan karena memiliki kewenangan,” pesannya.
Menutup sambutannya, Abul Chair menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi NTB dalam membangun birokrasi yang semakin profesional melalui penguatan tenaga-tenaga ahli di berbagai sektor.
“Provinsi NTB sedang bergerak maju dengan menyiapkan tenaga-tenaga ahli yang diperlukan untuk membawa NTB ke arah yang lebih baik,” tutupnya. (**)























