Sekda NTB Tutup Uji Kompetensi Wartawan, 52 Wartawan Dinyatakan Berkompeten, Dua Tidak Berkompeten

Foto: Sekretaris PWI NTB, Fahrul Mustofa, saat menyampaikan sambutan saat penutupan kegiatan OKK dan UKW PWI NTB pada Sabtu 12 September 2026 di Auiditorium Bank NTB Syariah.

Mataram, Garda Asakota.-Pelaksanaan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Auditorium Kantor Bank NTB Syariah sejak Kamis 10 September hingga Sabtu 12 September 2026 resmi berakhir.

Kegiatan tersebut ditutup langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Abul Chair, dan dihadiri oleh Pengurus PWI Pusat yang diwakili oleh Wakil Ketua Bidang Keorganisasian PWI Pusat, Joko Tetuko, Wakil Direktur UKW PWI Pusat, Eko Pamuji, Direktur Sekolah Jurnalisme Indonesia, Marah Sakti Siregar, Tim Penguji Pusat dan Lokal, Direktur Bank NTB Syariah, dan para Ketua PWI Kabupaten dan Kota se-NTB.

Dalam laporannya, Koordinator Tim Penguji UKW, Joko Tetuko, menyampaikan selama dua hari pelaksanaan UKW, Jum’at-Sabtu (11-12 September 2026), yang terdiri dari tiga kelas UKW Jenjang Muda tiga kelas, empat kelas UKW jenjang Madya, dan dua kelas UKW jenjang Utama, dimana masing-masing kelas terdiri dari maksimal 6 orang.

“UKW Provinsi NTB ini secara nasional masuk angkatan ke-864. Dari setiap kelas yang diikuti oleh total 54 orang peserta setelah mengikuti proses baik jenjang Muda, Madya dan Utama, dua dinyatakan belum kompeten dan 52 orang dinyatakan kompeten,” ungkap Joko saat menyampaikan laporannya dalam acara penutupan yang digelar Sabtu 12 September 2026.

Data PWI Pusat terkait wartawan yang dinyatakan kompeten sebelum pelaksanaan UKW di NTB ini sebanyak 20.910 orang wartawan. Dan hari ini setelah kami proses dan dinyatakan 52 orang wartawan kompeten, maka secara Nasional anggota PWI yang sudah mengikuti proses dan dinyatakan kompeten berjumlah 20.962 orang wartawan.

“Mudah-mudahan dengan terus melakukan UKW dapat menambah jumlah wartawan yang profesional,” imbuh Joko.

Selain UKW, PWI Pusat juga menurutnya mewajibkan bagi wartawan muda untuk mengikuti OKK dan bagi wartawan yang belum memiliki Karya Latihan Wartawan. Ada 13 materi yang disampaikan dalam OKK mulai dari UU Pers, AD/ART PWI, Kode Etik PWI dan Kode Etik Dewan Pers, Kode Etik Wartawan, Kemerdekaan Pers, Azas Praduga Tidak Bersalah, Pedoman Berita Ramah Anak, Pedoman Media Cyber, dan gambaran UKW dari berbagai jenjang mulai Muda, Madya dan Utama.

“Sehingga anggota PWI yang ikut OKK semestinya sudah memahami proses UKW dan kedepannya bisa menjadi kekuatan maka profesionalisme anggota PWI dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

PWI Pusat juga menyampaikan apresiasi kepada PWI Provinsi NTB yang telah melaksanakan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (POWARDA) dan pada saat pelaksanaan POWARNAS di Lampung nanti bisa meraih prestasi sebagai Juara Umum.

Sementara itu, Sekretaris PWI Provinsi NTB, Fahrul Mustofa, mengungkapkan pelaksanaan kegiatan OKK dan UKW ini merupakan kegiatan perdana yang digelar oleh PWI Provinsi NTB selama hampir setahun kepemimpinan kepengurusan PWI NTB.

“Meski banyak badai dan lika-liku, Alhamdulillah dengan kekompakan dan kebersamaan semua bisa dilalui dan kegiatan OKK serta UKW ini bisa digelar,” ujar pria yang akrab disapa Arul ini mewakili Ketua PWI NTB yang sedang menerima tugas berangkat ke Beijing Tiongkok.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui Sekda Abul Chair atas terselenggaranya acara OKK dan UKW ini meski awalnya direncanakan hanya dua kelas yang direcanakan akan dibuka, namun dalam perkembangannya peserta yang ikut ternyata membludak.

“Pelaksanaan OKK diikuti oleh 150 orang peserta. Begitu pun pelaksanaan UKW nya diikuti sebanyak 54 orang wartawan. Antusiasme wartawan untuk mengikuti kegiatan ini begitu tinggi dan ini bersifat wajib ketika wartawan ingin mengikuti kegiatan PWI seperti PORWANAS di Lampung wajib memiliki sertifikat OKK,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov NTB yang memberikan dukungannya terhadap keberadaan PWI NTB dari bantuan penyediaan kantor serta fasilitas kantor. “Alhamdulillah, baru dua hari paska kita dilantik, Pemprov membantu menyediakan kantor PWI dari yang selama ini tidak ada. Alhamdulillah Pemprov membantu menyiapkan kantor PWI dan pak Gubernur memperkenalkan kepada kita semua sosok Sekda NTB,” ungkapnya.

Ia berharap dengan dukungan dari Pemprov terhadap rangkaian kegiatan PWI NTB akan terus berlanjut apalagi dalam waktu dekat PWI NTB menurutnya akan mengikuti kegiatan POWARNAS yang akan dilegar di Lampung di tahun 2027.

“Semua cabor yang diikuti oleh atlet wartawan NTB banyak yang lolos jadi mohon pak Sekda bisa membantu PWI NTB di acara PORWANAS Lampung 2027,” imbuhnya.

Terakhir, PWI NTB menyampaikan ungkapan terimakasih atas bantuan Pemprov, PWI Pusat, Tim Penguji, Bank NTB Syariah, para sponshor, dan semua pihak yang telah membantu suksesnya acara OKK dan UKW ini.

Sekda NTB, Abul Chair, sebelum secara resmi menutup acara OKK dan UKW ini mengungkapkan fenomena yang terjadi saat sekarang ini dimana setiap orang yang memiliki handphone, alat perekam, memberitakan setiap informasi yang diperolehnya dan menjadikannya sebagai informasi yang viral padahal informasi itu yang disebarkan belum melewati proses uji, verifikasi dan standar etik.

“Prinsipnya yang penting viral dulu. Orientasi kewartawanan ini menjadi momentum untuk melakukan proses verifikasi informasi dan kepatuhan terhadap etika penyampaian informasi dan UU. Mudah-mudahan yang ikut kegiatan ini bisa menjadi jalan ilmu bagi yang lain,” harapnya.

Saat sekarang ini, menurutnya, banyak orang malas membaca buku. Kebanyakan orang saat sekarang ini lebih memilih menonton tik tok dan facebook ketimbang membaca buku. Mereka belajar dari medsos dan merasa pintar karena sudah belajar dari medsos itu, meski pengetahuannya terhadap informasi itu tidak terlalu dalam.

“Oleh karenanya orientasi seperti ini sangat perlu dilakukan. Dan kami menyambut baik kegiatan OKK dan UKW ini,” kata Sekda Abul Chair seraya menyampaikan permohonan maaf Gubernur yang tidak bisa hadir membersamai karena sedang ada tugas diluar daerah.

Wartawan yang baik itu selain cepat mendapatkan berita tapi juga harus mendapatkan fakta, memahami konteks dengan baik dan bijak.

“Saat sekarang kita berada di zaman yang serba cepat. Informasi yang disampaikan dengan serba cepat. Oleh karenanya saya sering menyampaikan wartawan itu seperti pengemudi di jalan raya informasi. Kecepatan itu memang sangat penting akan tetapi kalau hanya bisa gas (kecepatan, red.) tapi tidak punya rem, tentu masalahnya berat. Kompetensi dan kemampuan mengemudi serta integritas harus menjadi kompas yang mengarahkan kita sampai ketujuan yang dituju,” tandasnya. (GA. Im*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page