Mataram, Garda Asakota.-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Indah Dhamayanti Putri, menegaskan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM), tata kelola organisasi, serta modernisasi koperasi menjadi kunci utama dalam mewujudkan koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berdaya saing.
Penegasan tersebut disampaikan Wagub saat menghadiri Tasyakuran Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi NTB di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Jum’at (31/7).
Menurutnya, peringatan Hari Koperasi Nasional tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi harus menjadi momentum evaluasi sekaligus pembenahan agar koperasi di NTB mampu menjawab tantangan ekonomi yang semakin dinamis.
“Koperasi yang kita miliki saat ini memiliki kondisi yang beragam. Ada yang berkembang sangat baik, ada yang masih membutuhkan penguatan tata kelola, dan ada pula yang memerlukan pembinaan secara intensif agar kembali sehat, produktif, dan mampu memberikan manfaat bagi anggotanya,” ujar Wagub.
Ia menilai perkembangan teknologi informasi serta dukungan infrastruktur yang semakin baik harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk mempercepat transformasi koperasi di NTB.
Karena itu, peningkatan kompetensi para pengurus, penguatan manajemen kelembagaan, hingga pelatihan bagi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi agenda strategis yang harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
“SDM yang berkualitas menjadi faktor utama. Pengurus koperasi harus memiliki kemampuan manajerial yang baik agar koperasi dapat tumbuh secara profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada anggotanya,” tegasnya.
Wagub juga optimistis NTB memiliki modal besar untuk menyukseskan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menjadi salah satu program strategis nasional.
Selain didukung data kelembagaan koperasi yang cukup baik, NTB juga memiliki potensi aset dan lahan yang dinilai mampu mempercepat pengembangan koperasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Ketersediaan lahan menjadi tantangan di sejumlah daerah. Sementara di NTB, potensi tersebut justru menjadi keunggulan yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara optimal,” katanya.
Lebih lanjut, mantan Bupati Bima dua periode itu menegaskan bahwa koperasi selama ini telah terbukti menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran koperasi, termasuk koperasi wanita, telah banyak membantu pengembangan usaha mikro, meningkatkan pendapatan keluarga, hingga mendukung pembiayaan pendidikan anak-anak.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Wirawan, mengatakan peringatan Harkopnas ke-79 tahun ini memberikan ruang yang lebih luas kepada gerakan koperasi melalui Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) NTB sebagai pelaksana utama seluruh rangkaian kegiatan.
Menurutnya, mulai dari pelantikan pengurus, temu bisnis, pasar rakyat, jalan sehat hingga tasyakuran, seluruh kegiatan digagas dan dilaksanakan oleh gerakan koperasi dengan pemerintah berperan sebagai fasilitator yang memberikan dukungan kebijakan dan pendampingan.
“Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dari koperasi, oleh koperasi, dan untuk koperasi. Pemerintah hadir sebagai mitra strategis yang mendukung tumbuh dan berkembangnya gerakan koperasi di NTB,” jelas Wirawan.
Senada dengan itu, Ketua Dekopinwil NTB, Lalu Anis Mudjahid Akbar, mengapresiasi kepercayaan Pemerintah Provinsi NTB yang memberikan ruang kepada gerakan koperasi untuk menjadi motor utama penyelenggaraan Harkopnas tahun ini.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan gerakan koperasi menjadi fondasi penting dalam memperkuat kelembagaan koperasi sekaligus memperluas akses pembiayaan, meningkatkan profesionalisme, dan memperkuat daya saing koperasi di NTB.
“Kami siap terus berkolaborasi dengan pemerintah untuk mewujudkan koperasi yang sehat, profesional, modern, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui momentum Hari Koperasi Nasional ke-79 ini, Pemerintah Provinsi NTB kembali menegaskan komitmennya menjadikan koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan yang modern, profesional, dan kompetitif. Penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas SDM, serta kolaborasi yang erat antara pemerintah dan gerakan koperasi diyakini akan menjadi modal penting dalam menyukseskan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat hingga ke tingkat desa. (**)























