Mataram, Garda Asakota.-Dukungan terhadap Ketua KONI NTB, H. Mori Hanafi, untuk kembali memimpin KONI NTB periode 2026–2030 kian menguat. Enam ketua pengurus provinsi (Pengprov) cabang olahraga (cabor) menegaskan komitmennya untuk tetap mengusung Mori Hanafi, meski belakangan muncul isu akan adanya kandidat lain, termasuk dari kalangan kepala daerah.
Penegasan itu disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Golden Palace, Mataram, Rabu (5/8/2026), mewakili gelombang dukungan dari 40 cabor anggota KONI NTB.
Dalam sesi tanya jawab, wartawan mempertanyakan apakah dukungan tersebut akan tetap konsisten apabila nanti muncul figur-figur besar yang ikut bertarung, termasuk kepala daerah yang dinilai memiliki kekuatan politik dan sumber daya.
Menjawab hal itu, Ketua Pengprov Bridge NTB, Ainul Yaqin, menegaskan bahwa pertimbangan utama para insan olahraga bukanlah faktor politik, melainkan rekam jejak dalam membina dan memajukan olahraga di NTB.
“Kami berbicara dalam konteks olahraga. Siapa yang mampu membina, mengayomi, dan membawa olahraga NTB semakin maju, itu yang menjadi dasar kami. Kalau Pak Mori, kami sudah melihat dan merasakan langsung hasil kerjanya,” tegas Ainul.
Menurutnya, keberhasilan Mori Hanafi tidak hanya terlihat dari sukses mengawal NTB meraih prestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON), tetapi juga dari peningkatan prestasi cabang olahraga.
Ia mencontohkan cabang Bridge yang selama puluhan tahun gagal menembus PON, namun akhirnya berhasil lolos pada PON Aceh-Sumut berkat dukungan dan pembinaan KONI NTB di bawah kepemimpinan Mori Hanafi.
“Kalau ditanya soal konsistensi, saya pribadi tetap konsisten memilih Pak Mori Hanafi. Kami ini insan olahraga dan berbicara berdasarkan bukti kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengprov Kick Boxing NTB, Junaidin Kasum, menilai siapapun memiliki hak untuk maju sebagai Ketua KONI NTB. Namun, menurutnya, terdapat syarat-syarat organisasi yang harus dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalaupun ada yang ingin maju, monggo saja. Semua orang punya hak. Tetapi ada syarat organisasi yang harus dipenuhi sesuai regulasi. Hari ini dukungan kami sudah jelas dan sudah dituangkan secara tertulis di atas materai,” katanya.
Junaidin mengatakan, hingga saat ini sebanyak 40 dari 51 cabor telah memberikan dukungan kepada Mori Hanafi. Baginya, angka tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan insan olahraga terhadap kepemimpinan Mori.
Ia juga menilai keberhasilan Mori tidak hanya karena kemampuan memimpin organisasi, tetapi juga jaringan komunikasi yang dimiliki hingga tingkat nasional.
“Beliau sudah membuktikan mampu mengantar NTB meraih prestasi di PON, sekaligus memperjuangkan NTB bersama NTT menjadi tuan rumah PON 2028. Selain itu, komunikasi beliau dengan Ketua Umum KONI Pusat maupun Menpora, Erick Thohir sudah terbangun sangat baik. Itu menjadi modal besar bagi kemajuan olahraga NTB,” ungkapnya.
Menurut Junaidin, apabila muncul figur baru, maka akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan dinamika organisasi dan membangun komunikasi di tingkat pusat.
“Ibarat kendaraan, kalau ganti mesin atau pasang baut baru tentu perlu penyesuaian. Sementara kita sekarang sedang menghadapi agenda besar menuju PON 2028,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua Pengprov Angkat Besi NTB, Karina Davega. Ia menegaskan dukungan kepada Mori Hanafi telah melalui pembahasan resmi di internal masing-masing pengurus cabang olahraga.
“Silakan siapa saja maju. Tetapi dukungan yang kami berikan kepada Pak Mori bukan keputusan pribadi. Itu sudah menjadi keputusan organisasi di Pengprov masing-masing,” ujarnya.
Saat ditanya kemungkinan adanya dukungan ganda kepada lebih dari satu calon, Karina menegaskan hal tersebut tidak akan terjadi.
“Komitmen kami sudah bulat. Tidak ada double dukungan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut kemudian diperkuat Junaidin Kasum yang menegaskan bahwa mekanisme dukungan telah diatur dalam regulasi organisasi sehingga harus dijalankan secara konsisten.
Sementara Ketua Pengprov Bulutangkis NTB, Alfian Eikman, menilai dukungan besar dari 40 cabor merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi nyata Mori Hanafi selama memimpin KONI NTB.
“Bang Mori sudah menancapkan sumbangsih yang sangat besar bagi olahraga NTB. Prestasi atlet meningkat, komunikasi dengan pusat berjalan baik, dan yang paling monumental adalah keberhasilannya memperjuangkan NTB menjadi tuan rumah PON 2028 bersama NTT. Itu bukan pekerjaan yang mudah,” ujarnya.
Menurut Alfian, para pengurus cabor menginginkan keberlanjutan program agar momentum menuju PON 2028 tidak terganggu oleh pergantian kepemimpinan yang belum tentu memiliki pengalaman dan jejaring yang sama.
Konferensi pers tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa dukungan mayoritas cabor terhadap Mori Hanafi bukan sekadar dukungan simbolik, melainkan didasarkan pada rekam jejak, prestasi, serta keyakinan bahwa keberlanjutan kepemimpinan diperlukan untuk menjaga target besar NTB menyongsong PON 2028. (GA. Im*)























