Mataram, Garda Asakota.-Ketua KONI NTB, H. Mori Hanafi, menegaskan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB Tahun 2026 dirancang bukan sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga tingkat daerah, melainkan sebagai simulasi besar menuju penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 yang akan digelar di NTB dan NTT.
Penegasan tersebut disampaikan Mori Hanafi saat konferensi pers bersama Sekretaris KONI NTB Nurhaedin dan perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTB Agus Sukmayadi di Media Center Porprov XII NTB, Hotel Grand Madani Mataram, Kamis (16/7/2026).
Menurut Mori, seluruh sistem penyelenggaraan Porprov tahun ini disusun sedekat mungkin dengan standar pelaksanaan PON agar seluruh pemangku kepentingan, mulai dari panitia, pemerintah, pengurus cabang olahraga, atlet hingga pelatih terbiasa menghadapi event nasional terbesar tersebut.
“Desain Porprov kali ini memang dalam rangka menghadapi PON 2028. Semua aspek penyelenggaraan kami arahkan mengikuti standar PON, termasuk sistem pendaftaran atlet yang sudah menggunakan aplikasi daring SPORTA sebagaimana nanti diterapkan pada PON,” ujarnya.
Porprov XII NTB secara resmi berlangsung pada 16–26 Juli 2026, meski sejumlah cabang olahraga telah lebih dulu memulai pertandingan sejak 12 Juli, di antaranya aerosport, catur, sepak takraw, sepak bola, drum band dan gateball.
Pembukaan Dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur NTB
Mori menjelaskan, seremoni pembukaan Porprov XII NTB akan digelar pada Kamis (16/7/2026) sore di halaman Kantor Gubernur NTB dengan konsep yang dikemas menyerupai pembukaan PON 2028.
Sebelum acara dimulai, kirab api Porprov yang telah berkeliling ke seluruh kabupaten/kota akan tiba di Kota Mataram. Api tersebut dijadwalkan diterima terlebih dahulu oleh Wali Kota Mataram sebelum diserahkan secara simbolis kepada Gubernur NTB untuk kemudian dibawa menuju lokasi pembukaan.
Prosesi pembawa obor juga melibatkan atlet-atlet berprestasi NTB, di antaranya peraih medali emas nasional dan internasional seperti Dita, Sapturahman, Komang Wahyu, serta atlet-atlet terbaik lainnya sebagai simbol estafet prestasi olahraga NTB menuju PON 2028.
“Kami sudah menghitung seluruh rangkaian acara secara detail. Puncaknya adalah penyalaan api Porprov. Konsepnya kami buat lebih modern dan mendekati standar pembukaan PON, sehingga masyarakat dapat merasakan atmosfer pesta olahraga yang sesungguhnya,” jelas Mori.
51 Cabang Olahraga, Terbanyak Sepanjang Sejarah
Mori menjelaskan, Porprov kali ini mempertandingkan 51 cabang olahraga, jumlah terbanyak sepanjang pelaksanaan Porprov NTB.
Menurutnya, banyak cabang olahraga baru sengaja dimasukkan sebagai bagian dari persiapan menuju PON 2028 agar memiliki pengalaman kompetisi sejak dini.
Dari total tersebut terdapat tiga cabang olahraga ekshibisi, yakni padel, ski air, dan teqball, yang dipersiapkan agar dapat menjadi cabang resmi pada Porprov berikutnya.
Hingga menjelang pembukaan, sebanyak 4.860 atlet telah terdaftar mengikuti pertandingan, didampingi 1.088 ofisial, serta melibatkan 519 wasit, hakim, dan juri dengan total 758 nomor pertandingan.
Pertandingan digelar di enam daerah, yakni Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Kabupaten Sumbawa.
Awalnya seluruh kabupaten/kota di NTB direncanakan menjadi tuan rumah venue. Namun karena keterbatasan fiskal, Kabupaten Bima, Kota Bima, Dompu, dan Kabupaten Sumbawa mengundurkan diri.
Anggaran Rp14 Miliar, Sponsor Berkontribusi Besar
Mori mengungkapkan, penyelenggaraan Porprov membutuhkan anggaran sekitar Rp14 miliar.
Dari jumlah tersebut, Rp8,8 miliar berasal dari APBD Provinsi NTB, sedangkan sisanya diperoleh melalui dukungan sponsor dan berbagai bentuk partisipasi dunia usaha.
Beberapa sponsor utama di antaranya PT Amman Mineral Indonesia sebesar Rp1 miliar, Bank NTB Syariah Rp500 juta, serta dukungan PT Damri berupa armada bus operasional yang nilainya diperkirakan mencapai lebih dari Rp200 juta.
Selain itu, Angkasa Pura, ASDP, Hotel Grand Madani, sanggar seni, hingga berbagai pelaku usaha juga memberikan dukungan dalam bentuk fasilitas maupun produk.
“Kami tetap menjaga transparansi. Tidak boleh ada pembiayaan ganda. Mana yang dibiayai APBD, mana yang dibiayai sponsor semuanya dipisahkan secara jelas,” tegas Mori.
Perputaran Ekonomi Diproyeksi Tembus Rp100 Miliar
Porprov XII NTB diperkirakan menghadirkan lebih dari 150 ribu penonton selama penyelenggaraan.
Dengan ribuan atlet, ofisial, tamu KONI Pusat, pengurus PB cabang olahraga hingga wisatawan olahraga yang datang ke NTB, KONI memperkirakan dampak ekonomi yang tercipta mencapai sedikitnya Rp100 miliar.
Saat ini saja, sekitar 4.200 kamar hotel telah dipesan untuk kebutuhan kontingen dan tamu sehingga memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi sektor perhotelan, UMKM, transportasi hingga jasa lainnya.
“Kalau melihat antusiasme masyarakat, kami optimistis perputaran ekonomi tahun ini bisa dua kali lipat dibanding Porprov sebelumnya,” katanya.
Ajang Seleksi Menuju Lima Besar PON 2028
Lebih jauh, Mori menegaskan hasil Porprov XII akan menjadi dasar seleksi atlet menuju PON 2028 dengan target membawa NTB masuk lima besar nasional.
Atlet-atlet terbaik hasil Porprov akan dipersiapkan melalui program pembinaan jangka panjang selama dua tahun yang telah mendapat dukungan prinsip dari Gubernur NTB.
Selain atlet, evaluasi juga akan dilakukan terhadap kesiapan organisasi cabang olahraga. Cabor yang dinilai belum siap dari sisi organisasi maupun prestasi akan dievaluasi sebelum diputuskan mengikuti PON.
Menutup konferensi pers, Mori menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB, DPRD NTB, Dispora, Polda NTB, Korem 162/Wira Bhakti, pemerintah kabupaten/kota, sponsor, media, dan seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Porprov XII NTB.
Ia berharap media terus memberikan publikasi yang positif sekaligus kritik yang konstruktif agar pelaksanaan Porprov berjalan sukses dan menjadi pijakan kuat bagi NTB menyambut PON XXII Tahun 2028. (GA. Im*)






















