Kota Bima, Garda Asakota.- Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, S.H., secara resmi membuka kegiatan Sharing Session bertajuk “Menjadi Pemimpin yang Kuat: Strategi Komunikasi, Kolaborasi Program yang Efektif dan Efisien” di Aula Pemerintah Kota Bima, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh STKIP Taman Siswa Bima dan diikuti oleh Aparatur Sipil Negara/ASN lingkup Pemerintah Kota Bima.
Dalam sambutannya, Feri Sofiyan mengapresiasi STKIP Taman Siswa Bima yang Prof (Assocc) Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., yang terus berkontribusi mencetak SDM berkualitas dan menjadi rujukan pembelajaran literasi.
Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah adalah modal penting dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah.
Wakil Wali Kota menegaskan tema kegiatan sangat relevan dengan dinamika kepemimpinan saat ini. Pemimpin yang kuat bukan hanya yang memiliki kewenangan.
“Seorang pemimpin yang kuat bukanlah mereka yang sekadar memiliki kewenangan, melainkan sosok yang mampu membangun komunikasi yang baik, menggerakkan kolaborasi, serta menyatukan energi berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya efisiensi di tengah keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi birokrasi.
“Efisiensi bukan sekadar penghematan anggaran, tetapi bagaimana kita mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki agar mampu menghasilkan program-program yang memberikan dampak dan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Karena itu, tidak ada lagi ruang bagi ego sektoral maupun cara kerja yang berjalan sendiri-sendiri. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi, sinergi, dan kepemimpinan yang mampu menghubungkan ide dengan aksi serta kebijakan dengan kebutuhan nyata masyarakat,” tegasnya.
Feri menjelaskan Pemkot Bima saat ini terus melakukan pembenahan mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan SDM, pembangunan infrastruktur, hingga memperluas kolaborasi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, komunitas, dan perguruan tinggi.
Seluruh upaya itu, lanjutnya, membutuhkan pemimpin yang adaptif, inovatif, dan mampu membangun jejaring kerja sama.
Di akhir sambutan, ia berharap forum ini melahirkan pemimpin berintegritas, cerdas berkomunikasi, dan peka terhadap persoalan masyarakat.
“Saya mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat budaya belajar, inovasi, dan semangat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Bima,” ajaknya.
Sharing Session menghadirkan 3 narasumber yakni Prof. Dr. Nurliah Nurdin, S.IP., M.A., Chusnul Mar’iyah, Ph.D. dan Dr. Abdul Aziz, M.Si.
Forum ini menjadi ruang berbagi gagasan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, strategi komunikasi, serta membangun kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Bima bersama STKIP Taman Siswa Bima berkomitmen menyatukan perspektif tentang kepemimpinan kolaboratif dan implementasi efisiensi birokrasi, agar setiap kebijakan dan program pembangunan tepat sasaran dan berkelanjutan. (GA. 212*)























