Bima, Garda Asakota.-Bupati Bima, Ady Mahyudi, melantik dan mengukuhkan 264 Kepala Sekolah pada satuan pendidikan jenjang SMP, SD, dan TK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima.
Pelantikan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bima Nomor 821.2/440/07.2 Tahun 2026 tentang Pengangkatan dan Pemindahan dalam dan dari Jabatan Fungsional lingkup Pemerintah Kabupaten Bima.
Usai prosesi pelantikan, Bupati Bima menyampaikan sejumlah arahan khusus kepada para Kepala Sekolah yang baru dilantik.
“Khusus kepada para Kepala Sekolah, saya titipkan masa depan Kabupaten Bima. Sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu, tetapi tempat membentuk karakter, akhlak, disiplin, dan daya saing generasi penerus,” ungkap Bupati, Rabu (22/7/2026).
Bupati menekankan pentingnya peran Kepala Sekolah sebagai pemimpin pembelajaran. Mereka diminta mampu meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat budaya literasi, memanfaatkan teknologi secara bijaksana, serta membangun kemitraan yang baik dengan orang tua dan masyarakat.
Bupati juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan lima, sepuluh, bahkan dua puluh tahun ke depan sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dibangun hari ini.
Untuk itu, para pendidik memiliki peran strategis dalam mendukung misi pembangunan sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bima, yaitu membangun sumber daya manusia Bima yang berkemajuan, makmur, tangguh, dan berkelanjutan.
“Jadilah pemimpin pembelajaran yang mampu menginspirasi seluruh warga sekolah. Ciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bersih, sehat, inklusif, dan berprestasi,” harap Bupati.
Menutup sambutannya, Bupati mengingatkan para tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan, membangun budaya literasi dan numerasi yang kuat, serta memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijaksana sebagai media pembelajaran.
Bupati juga mendorong penguatan kemitraan dengan orang tua, komite sekolah, dunia usaha, dan masyarakat. “Saya ingin setiap sekolah di Kabupaten Bima menjadi pusat lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, dan tetap menjunjung tinggi nilai agama serta budaya Mbojo yang kita banggakan,” pungkasnya. (GA. 212*)























